Rabu, 13 Mei 2026

Duduk Bersama Mahasiswa, Gubernur Kalteng Serap Aspirasi Buruh dan Pekerja

A+A-
Reset

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Aksi yang digelar Gerakan Mahasiswa Anak Buruh Kalimantan Tengah di depan Kantor Gubernur Kalteng, Senin (11/5/2026), sempat berlangsung tegang setelah terjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat keamanan.

Kericuhan dipicu saat massa mencoba mendekati area kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Namun situasi tidak berlangsung lama dan segera dapat dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi bentrokan terbuka. Kondisi mulai mereda setelah Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung menemui para demonstran. Tanpa pengamanan berlebihan, gubernur memilih berdialog terbuka bersama mahasiswa di halaman kantor gubernur.

Dalam suasana santai, Agustiar Sabran tampak duduk bersama peserta aksi sambil mendengarkan berbagai tuntutan yang disampaikan massa. Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah, mulai dari lemahnya pengawasan di sektor perkebunan dan pertambangan hingga persoalan kesejahteraan buruh. Selain itu, massa aksi juga meminta pemerintah meningkatkan perlindungan terhadap pekerja rentan serta memberikan kepastian hukum bagi kalangan buruh. Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain penguatan pengawasan ketenagakerjaan, subsidi BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri, hingga prioritas tenaga kerja lokal di perusahaan yang beroperasi di daerah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan perhatian serius terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa. “Aspirasi terkait kesejahteraan, perlindungan pekerja dan kepastian hukum tentu menjadi perhatian pemerintah. Semua akan kita tindak lanjuti sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi, Satria Bintang, menegaskan pihaknya akan terus mengawal komitmen pemerintah agar benar-benar direalisasikan. “Perjuangan belum selesai. Kami ingin seluruh tuntutan yang disampaikan dapat diwujudkan demi kesejahteraan buruh di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(red)

 

Berita Terkait