Rabu, 13 Mei 2026

Sinergi Pemprov dan BI Kalteng Diperkuat Lewat Diseminasi Laporan Perekonomian Daerah

A+A-
Reset

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menghadiri kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Betang Hapakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memaparkan perkembangan perekonomian global, nasional, hingga daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan pangan dan energi di Kalimantan Tengah. Mengusung tema “Batang Gawi: Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi Menuju Kalteng Berdaya Saing”, kegiatan ini juga menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung penguatan ekonomi daerah melalui berbagai rekomendasi kebijakan dan sinergi lintas sektor.

Dalam sambutan Gubernur Kalteng yang dibacakan Sunarti, disampaikan bahwa kondisi ekonomi global pada 2026 masih menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi dunia dan gejolak pasar keuangan internasional. Namun demikian, perekonomian Kalimantan Tengah diyakini tetap mampu tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi daerah dinilai akan ditopang oleh sektor pertanian dan industri pengolahan melalui percepatan hilirisasi, peningkatan investasi, serta penguatan ketahanan pangan dan energi.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru, termasuk sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Digitalisasi dan peningkatan daya saing UMKM harus terus diperkuat melalui pelatihan, dukungan sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan industri domestik,” ujar Sunarti saat membacakan sambutan gubernur.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Adhi Nugroho, mengatakan kegiatan diseminasi tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, tantangan ekonomi dunia pada 2026 masih dipengaruhi konflik geopolitik dan tekanan inflasi global. Meski begitu, Bank Indonesia tetap mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen guna menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan nasional maupun daerah. “Kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus berlanjut demi mendukung kemajuan ekonomi Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait