PALANGKA RAYA — Petugas dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sekelompok pelaku balap liar saat melakukan penyemprotan air di badan jalan, Minggu (22/3/2026) dinihari.
Kegiatan penyiraman tersebut merupakan program dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai upaya mencegah aksi balap liar dengan membasahi permukaan jalan agar tidak digunakan untuk kebut-kebutan. Lokasi penyemprotan dilakukan di kawasan bundaran kecil di Palangka Raya, yang selama ini kerap menjadi titik berkumpul pelaku balapan liar.
Petugas penyiraman jalan, Valentio, mengatakan dirinya mendapat perintah langsung untuk melakukan pembasahan jalan sebagai langkah pencegahan. Namun saat proses berlangsung, rombongan pengendara justru menggeber sepeda motor sambil mengejek petugas.
“Ada beberapa motor, mereka menggeber kendaraan sambil mengejek dan mengepalkan tangan. Spontan mereka dikejar hingga akhirnya tertangkap,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota rombongan, berinisial GL, mengakui kejadian tersebut. Ia menyebut kelompoknya sempat berkumpul dan mengonsumsi minuman keras sebelum menuju kawasan jalan utama yang biasa dijadikan lintasan balapan.
Saat melintas dan melihat mobil tangki tengah melakukan penyiraman, rombongan mendahului kendaraan tersebut sambil menggeber motor. Mereka bahkan berencana menggelar balapan di ruas jalan utama kota, namun kondisi jalan yang basah membuat rencana itu gagal.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Kalimantan Tengah yang belakangan gencar melakukan penertiban balap liar guna menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan. Pemerintah daerah terus mengintensifkan langkah pencegahan, termasuk melalui penyiraman jalan di titik-titik rawan aksi balap liar. Zal