PALANGKARAYA – Operasi gabungan penertiban pajak kendaraan bermotor kembali digelar di Kota Palangka Raya. Razia berlangsung di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan kantor TVRI, Rabu (11/2/2026), dengan menyasar kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan kendaraan diperiksa sebagai upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Dari total 478 kendaraan yang diperiksa, sebanyak 56 unit diketahui menunggak pajak. Jumlah tersebut terdiri dari 45 kendaraan roda dua dan 11 kendaraan roda empat.
Nilai potensi tagihan dari kendaraan yang menunggak diperkirakan mencapai Rp62.892.256, dengan rincian roda dua sebesar Rp22.956.614 dan roda empat sebesar Rp39.935.642.
Kegiatan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini dilaksanakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melalui Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penetapan, Keberatan, dan Pengawasan, bersama Ditlantas Polda Kalimantan Tengah, UPT Samsat Palangka Raya, serta Jasa Raharja.
Sebelumnya, operasi serupa juga digelar pada Selasa (10/2/2026) di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, tepatnya di depan Stadion Sanaman Mantikei. Dari 433 kendaraan yang diperiksa, sebanyak 42 kendaraan tercatat menunggak pajak kendaraan bermotor, terdiri dari 36 kendaraan roda dua dan 6 kendaraan roda empat.
Potensi tagihan pajak pada razia tersebut diperkirakan mencapai Rp25.991.640, dengan rincian roda dua sebesar Rp15.233.471 dan roda empat Rp10.758.169.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penetapan, Keberatan, dan Pengawasan Bapenda Kota Palangka Raya, Masrini Wahyuningrum, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi pajak daerah, khususnya pajak kendaraan bermotor.
Penertiban dilakukan melalui kerja sama tim gabungan yang melibatkan Ditlantas Polda Kalteng, UPT Samsat, dan Jasa Raharja, dengan sasaran utama kendaraan yang pajaknya telah jatuh tempo.
Sementara itu, Kanit PJR Ditlantas Polda Kalteng, Iptu Imam Isnaini, mengatakan pihaknya melakukan pendampingan dalam pelaksanaan operasi guna mendukung optimalisasi pendapatan daerah.
“Kita melakukan pemeriksaan terhadap pajak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat,” tutupnya. Zal








