KUALA KAPUAS – Hujan yang mengguyur Kota Kuala Kapuas menjelang dini hari, Rabu (28/10/2026), membawa perubahan nyata terhadap kondisi udara. Langit yang sebelumnya diselimuti kabut asap perlahan kembali cerah, sementara sinar matahari tampak lebih leluasa menembus atmosfer pada pagi harinya.
Hujan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang selama berbulan-bulan menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Udara yang terasa lebih bersih memberikan kesempatan bagi warga untuk kembali beraktivitas di luar rumah dengan lebih nyaman.
Meski belum dapat dipastikan apakah hujan itu merupakan fenomena alam atau berkaitan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dampaknya tetap disambut positif. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran Sojuaon Pandiangan, S.Hut., MM., mengatakan hujan patut disyukuri karena membantu memperbaiki kualitas udara sekaligus mengurangi potensi munculnya titik api baru di kawasan yang diguyur hujan.
“Bagaimanapun, telah membuat udara kita jauh lebih bersih dan lebih terang,” ujarnya.
Sebelumnya, BMKG memprakirakan Kabupaten Kapuas memasuki musim hujan pada akhir November. Namun, peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir juga telah dikeluarkan untuk sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk sebagian kawasan Kapuas.
Masyarakat berharap hujan kembali turun agar kondisi udara semakin membaik dan ancaman karhutla berangsur mereda. Pada Rabu sore hingga menjelang malam, Kota Kuala Kapuas kembali diselimuti mendung disertai gerimis.
BPBD berharap hujan susulan dapat membantu memulihkan kondisi lingkungan sehingga dampak kabut asap berkurang dan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal. (nas)
