Kuala Kapuas, kaltengtimes.co.id – Mesin hand traktor milik Kelompok Tani Sama Itah Desa Sei Tatas Hilir, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, dilaporkan raib diduga digondol maling. Mesin tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas.
Salah seorang anggota Kelompok Tani Sama Itah, Sitinjak, mengungkapkan bahwa hilangnya mesin tersebut pertama kali diketahui saat hendak diambil kembali untuk disimpan setelah digunakan secara bergiliran oleh anggota kelompok.
“Waktu mau diambil untuk disimpan, ternyata mesinnya sudah tidak ada. Jejak pelaku saat membawa mesin itu masih terlihat jelas,” ujarnya.
Kapolsek Pulau Petak, Iptu Witdiardi, SE, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Ketua Kelompok Tani Sama Itah terkait kejadian tersebut.
Ia menjelaskan, pihak kepolisian telah melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.
“Kita sudah melakukan pengecekan ke TKP. Sepertinya pelaku menggunakan beberapa batang pisang yang dirakit untuk menarik dan membawa kabur mesin hand traktor tersebut,” ujar Kapolsek, Senin (23/2/2026).
Ia juga mengimbau kepada kelompok tani lainnya agar tidak menaruh alat dan mesin pertanian (alsintan) sembarangan.
“Kami menganjurkan agar alsintan dibawa kembali setelah digunakan dan tidak ditinggalkan di lokasi. Meski ini bantuan, sudah seharusnya dijaga dan dirawat dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Desa Sei Tatas Hilir yang juga Kelompok Jabatan Fungsional Programmer BPP Pulau Petak, Wahyu Efendi, SP, saat ditemui di kantor BPP Pulau Petak pada Senin (23/2/2026), membenarkan kejadian tersebut.
“Sebagaimana informasi yang disampaikan ke saya, mesin hand traktornya telah dicuri dan sudah dilaporkan secara resmi ke Polsek Pulau Petak,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, sulitnya mobilisasi hand traktor ke dan dari lokasi pertanian menjadi salah satu alasan alat tersebut terkadang ditinggalkan di lahan karena masih akan digunakan oleh anggota lainnya secara bergiliran.
Wahyu juga mengakui bahwa kasus serupa bukan pertama kali terjadi. “Setahu saya ini yang kedua. Tahun lalu juga terjadi pencurian, bahkan mesin hand traktor di kantor BPP juga hilang dicuri. Semoga pihak berwenang bisa segera mengungkap kasus ini,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi pada Selasa pagi (24/2/2026), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Edi Dese, mengaku belum menerima laporan terkait kejadian tersebut.
“Sampai hari ini saya belum menerima laporan baik dari BPP Pulau Petak maupun dari tenaga penyuluh Desa Sei Tatas Hilir,” singkatnya.
(Nas)




