KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan semakin serius mengembangkan inovasi pendidikan berbasis lingkungan. Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah pembangunan Laboratorium Alam yang nantinya akan dipresentasikan kepada Kemendikbudristek sebagai program riset dan pendidikan berskala nasional.
Bupati Katingan, Saiful, memimpin langsung rapat persiapan pengembangan laboratorium tersebut pada Kamis (9/10). Ia menegaskan bahwa Katingan memiliki kekayaan alam yang sangat potensial untuk dijadikan ruang belajar terbuka bagi kalangan akademisi, peneliti, hingga pelajar dari berbagai daerah.
“Katingan memiliki ekosistem yang lengkap—dari gambut hingga keanekaragaman hayati. Ini peluang besar untuk menunjukkan bahwa pendidikan berbasis alam bisa berkembang dan menjadi model pembelajaran nasional,” ujar Saiful.
Ia mengatakan, konsep Laboratorium Alam ini tidak hanya bertujuan memperkuat riset, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mempelajari lingkungan melalui pengalaman langsung. Menurutnya, dengan dukungan pemerintah pusat, Katingan dapat menjadi wilayah percontohan kolaborasi antara pendidikan, penelitian, dan konservasi.
Rapat itu sendiri membahas berbagai aspek yang akan dipresentasikan ke Kemendikbudristek, mulai dari pemetaan potensi kawasan, struktur ekosistem gambut, hingga nilai strategis sumber daya alam daerah yang dapat mendukung kegiatan riset.
Sejumlah kepala perangkat daerah, instansi teknis, serta tim penyusun konsep turut hadir dalam rapat tersebut. Seluruh pihak sepakat untuk merancang konsep Laboratorium Alam secara menyeluruh agar mampu memperlihatkan keunggulan geografis dan lingkungan Katingan di tingkat nasional.
“Kami ingin menyampaikan karakter unik Katingan, serta menunjukkan bahwa daerah ini siap menjadi pusat pembelajaran berbasis alam,” tutup Saiful. (red)