MUARA TEWEH, Kaltengtimes.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara resmi mengawali penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 melalui Kick Off Meeting yang digelar di Gedung Balai Antang, Muara Teweh baru-baru ini. Acara ini menjadi tonggak awal bagi pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bupati H. Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan dalam menetapkan arah pembangunan lima tahun ke depan.
Dalam pertemuan yang dihadiri unsur DPRD, Forkopimda, kepala perangkat daerah, akademisi, tokoh masyarakat, dan organisasi sipil tersebut, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa RPJMD bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi fondasi utama pembangunan daerah.
Menurutnya, RPJMD berperan sebagai “kompas” yang akan mengarahkan kebijakan pembangunan agar lebih terukur, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
“Dokumen ini adalah kontrak sosial antara pemerintah dan masyarakat Barito Utara. Setiap program yang tertuang di dalamnya adalah janji perubahan yang harus diwujudkan,” ujar Shalahuddin dalam sambutannya.
Mengacu pada Instruksi Mendagri No. 2 Tahun 2025, pemerintah daerah diberi waktu enam bulan untuk merampungkan RPJMD setelah pelantikan kepala daerah. Namun, Bupati Shalahuddin menargetkan proses tersebut dapat selesai hanya dalam tiga bulan, agar program prioritas bisa segera dijalankan.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga menyiapkan 11 program unggulan yang akan menjadi pilar utama pembangunan lima tahun mendatang, di antaranya:
Pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan strategis,
Pendidikan gratis 16 tahun dan beasiswa prestasi,
Layanan kesehatan gratis dan berkualitas,
Digitalisasi desa dan perluasan akses telekomunikasi,
Pemberdayaan ekonomi kerakyatan,
Insentif bagi aparat desa dan bantuan sosial bagi penyandang disabilitas.
Meski mengakui adanya keterbatasan fiskal, Shalahuddin menyebut kondisi keuangan daerah masih “sehat”, dengan saldo lebih sekitar 4,14 persen dari total APBD Rp4,2 triliun. Dengan pengelolaan keuangan yang efisien dan kerja sama lintas sektor, ia optimistis seluruh program bisa berjalan sesuai target.
Shalahuddin juga menekankan pentingnya pendekatan teknokratis dan partisipatif dalam proses penyusunan RPJMD. Pemerintah daerah, kata dia, akan melibatkan DPRD, akademisi, pelaku usaha, tokoh adat, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, hingga generasi muda.
“Pembangunan yang baik hanya lahir dari keberanian untuk mendengar. Suara rakyat harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan,” tegasnya.
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh unsur untuk menanggalkan ego sektoral dan perbedaan politik demi satu tujuan bersama — membangun Barito Utara yang lebih maju, adil, dan sejahtera.(y)




