Home Eksekutif Pemko Palangka Raya Dosen Universitas PGRI Palangka Raya Canangkan Gerakan Makan Kelakai-Bajei Cegah Stunting
Pemko Palangka Raya

Dosen Universitas PGRI Palangka Raya Canangkan Gerakan Makan Kelakai-Bajei Cegah Stunting

Share
Share

Senin, 14 Oktober 2024 23:54 WIB

Tim Dosen dari Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencanangkan gerakan makan kelakai dan bajei bagi masyarakat di Desa Tewang Karangan, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan, beberapa waktu lalu.

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Tim Dosen dari Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencanangkan gerakan Makan Kelakai dan Bajei bagi masyarakat di Desa Tewang Karangan, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan guna mencegah stunting di daerah setempat.

Dosen Universitas PGRI Palangka Raya Silvia Arianti, S.Pd., M.Pd. di Tewang Karangan, Senin (14/10) mengatakan, kegiatan pencanangan ini dilaksanakan melalui Hibah Kemendikbud Ristek program pengabdian masyarakat tahun 2024 .

“Gerakan ini juga didukung dengan pembuatan demplot kelakai dan bajei, praktik pengolahan makanan berbahan kelakai dan bajei berupa Kue Kering Kalakai dan Bajei, Stik Kelakai dan Bajei, Nugget Kelakai dan Bajei, Pentol Kelakai dan Bajei, Sempol Kelakai dan Bajei serta Dimsum Kelakai dan Bajei,” kata Silvia yang merupakan ketua Tim Hibah Pengmas Universitas PGRI Palangka Raya.

Dia mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mencegah dan mengatasi stunting di desa Tewang Karangan melalui gerakan gemar makan kelakai dan bajei.

Gerakan ini terdiri dari dua bagian, yaitu melalui produksi kelakai dan bajei yang stabil dalam jumlah yang cukup serta meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi kelakai dan bajei dalam pola makan sehari-hari.

Dia mengatakan, masyarakat desa Tewang Karangan biasa mencari kelakai dan bajei ini di Kawasan hutan dan dipetik begitu saja secara gratis.

Meskipun demikian pemanfaatan kelakai dan bajei sebagai bahan pangan lokal bagi masyarakat desa Tewang Karangan menghadapi banyak masalah.

Pada kegiatan ini yang sumber dananya dari hibah Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi ini turut terlibat Lembaga Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (eLPaM), Tim Penggerak PKK Kecamatan Pulau Malan dan Pemerintah Desa Tewang Karangan.

Kepala Desa Tewang Karangan Sutrisno mengatakan Desa Tewang Karangan, Kecamatan Pulau Malan sebagian penduduknya adalah Petani dan nelayan. [red]

 

Share
Related Articles

FORDAYAK Segel Kantor MTF di Palangka Raya, Tuntut Transparansi Penyelesaian Jaminan Fidusia

PALANGKA RAYA, Kaltengtimes.co.id – Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Pemuda Dayak (Fordayak) melakukan...

Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid Meluncur di Palangka Raya, Tawarkan Konsumsi BBM 58,6 Km/Liter

PALANGKA RAYA, Kaltengtimes.co.id – PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Yamaha Kalseltengtim...

Distribusi BBM Dinilai Semrawut, PWI Kalteng Minta Solusi Nyata dari Pertamina

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan...

Dua Pekan Berturut-Turut, Pemko Palangka Raya Puncaki Nasional dalam Penegakan Perda Capaian Konsisten Jadi Bukti Nyata Kota Semakin KEREN

  PALANGKA RAYA, kaltengtimes.co.id– Pemerintah Kota Palangka Raya kembali membuktikan komitmennya dalam...