Program Food Estate Perlu Didukung SDM Petani handal dan Berkualitas

0
3
Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo saat membuka secara resmi Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan dalam bentuk Food Estate di Kawasan Transmigrasi Lamunti – Dadahup. (Photo/ist)

PALANGKA RAYA. Kalteng.co.id – Dalam rangka mendorong keberhasilan kawasan Food Estate sebagai ketahanan pangan nasional perlu didukung perangkat Sumber Daya Manusia yang handal dan berkualitas. Karena itu Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H.Edy Pratowo, menyambut baik dengan diselenggarakannya pelatihan peningkatan SDM dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dalam bentuk food estate di Kawasan Lamunti – Dadahup. Pelatihan tersebut dibuka Wakil Gubernur, H.Edy Pratowo, dari Ruang Rapat Wagub Kalteng, Rabu (29/9), secara virtual.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalimantan Tengah, H.Sugianto Sabran, yang dibacakan Wakil Gubernur H.Edy Pratowo, mengatakan wilayah Prov. Kalteng dengan luas sebesar 153.564,5 km2 (satu setengah kali Pulau Jawa), memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, sehinga masih sangat terbuka untuk dapat dimanfaatkan secara baik dan bijaksana, khususnya di bidang pengembangan pertanian. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, Kalteng tetap dapat mempertahankan surplus beras secara berkesinambungan. Selain itu, produksi jagung mengalami peningkatan yang sangat pesat, dimana pada tahun 2015 produksi jagung pipilan kering mencapai 8.940 ton dan tahun 2019 produksi jagung pipilan kering sudah mencapai 86.408 ton, atau meningkat 967 persen.

BACA JUGA :  Disbudpar Prov. Kalteng Tampilkan Beberapa Atraksi Tarian di Arena Car Free Day

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan bahwa Food Estate diarahkan untuk merubah peradaban petani dengan merubah mindset, manajemen pengelolaan dan perilaku. Perubahan peradaban petani dilakukan dengan usaha pertanian skala besar berbasis klaster, multikomoditas (pangan, hortikultura, ternak, perkebunan), mekanisasi, modernisasi pertanian dan sistem digitalisasi, engkorporasikan petani dan Hilirisasi produksi pertanian. Dengan program Food Estate yang menciptakan perubahan peradaban petani, diharapkan dapat tercapai beberapa indikator berikut diantaranya dari bekerja sendiri-sendiri menjadi terkonsolidasi, dari skala usaha kecil/terpencar-pencar menjadi skala ekonomi besar, dari penerapan teknologi konvensional menjadi teknologi modern dan digitalisasi, dari menghasilkan produk primer menjadi produk olahan dan rekayasa sosial menggerakan sumberdaya pertanian.

“Dengan ditetapkannya Provinsi Kalimantan Tengah sebagai daerah penyangga pangan, melalui Pengembangan Food Estate berbasis Korporasi Petani pada areal Lahan Rawa di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, kami sangat bersyukur karena potensi lahan Kalimantan Tengah yang cukup luas ini dapat dioptimalkan untuk berkontribusi dalam penyediaan pangan nasional. Namun demikian, pengembangan Food Estate harus memperhatikan kondisi lingkungan dan masyarakat lokal”, imbuhnya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengangkat dan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya yang berada di Kawasan Transmigrasi Lamunti-Dadahup. Hadir secara virtual Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI Aisyah Gamawati beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Kepala Kantor/Badan/Institusi Pusat, Provinsi dan Kabupaten pengirim Tenaga Fasilitator/Instruktur, Tim Fasilitator/Instruktur Pelatihan serta para peserta pelatihan.(red)

BACA JUGA :  Safari Ramadhan di 13 Kabupaten/ Kota, Wagub Kalteng H. Edy Pratowo Ajak Masyarakat Tingkatkan Amal Ibadah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here