PALANGKA RAYA – Polri mengerahkan 105 personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, 100 personel Brimob Korbrimob Polri akan difokuskan ke sejumlah wilayah rawan, termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pengerahan personel tersebut ditandai dengan apel penyambutan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, Senin (26/10/2026).
Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Hendra Wirawan, mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengatakan tambahan personel tersebut merupakan tindak lanjut perintah Kapolri untuk mengoptimalkan penanganan karhutla.
“Atas perintah Bapak Kapolri, hari ini Polda Kalteng menerima personel BKO sebanyak 100 personel Brimob dari Korbrimob Polri dan lima personel Bareskrim Polri untuk mengoptimalkan upaya penanganan karhutla di wilayah Kalteng,” ujar Hendra.
Dari 100 personel Brimob yang diterjunkan, sebanyak 25 personel akan memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kota Palangka Raya. Sementara itu, 75 personel lainnya diprioritaskan untuk Kabupaten Kotawaringin Barat, khususnya kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Menurut Hendra, personel tambahan tersebut akan memperkuat satuan tugas (satgas) karhutla yang telah lebih dahulu bertugas di lapangan, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir dan api utama telah berhasil dipadamkan, upaya penanganan karhutla belum sepenuhnya selesai.
Tahapan pembasahan dan pendinginan lahan menjadi perhatian utama untuk mencegah api kembali muncul, terutama di kawasan gambut yang telah terbakar.
Hendra menjelaskan, luasnya area terdampak kebakaran membutuhkan dukungan personel yang memadai untuk memastikan proses pembasahan berjalan optimal.
“Pembasahan ini dari luasan yang ada membutuhkan personel yang cukup banyak untuk membasahi lahan yang sudah terbakar. Walaupun masih ada beberapa titik ketika angin cukup besar, muncul kembali api,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat upaya penanganan karhutla harus terus dilakukan meskipun hujan telah turun. Pembasahan dan pendinginan lahan menjadi langkah penting untuk menekan risiko munculnya kembali titik api di wilayah rawan kebakaran.
Dengan tambahan 105 personel tersebut, Polda Kalimantan Tengah diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan karhutla, khususnya di Palangka Raya dan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi prioritas pengerahan personel Brimob. Zal
