PANGKALAN BUN, KaltengTimes.co.id – Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, mendorong kader muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, berwawasan luas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Rahmanto saat menghadiri rangkaian penutupan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD) II PMII Kabupaten Kotawaringin Barat di Gedung PC NU Pangkalan Bun, Minggu (13/9/2026).
Rahmanto, yang juga menjabat sebagai Pembina Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalimantan Tengah sekaligus Ketua DPW PKB Kalimantan Tengah, menilai organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, dan kesiapan generasi muda menghadapi berbagai tantangan.
“PMII memiliki posisi strategis sebagai wadah pembentukan karakter. Di sini kalian ditempa agar mampu memahami dan menjawab berbagai kompleksitas tantangan masa depan,” ujarnya.
Dalam pembekalan tersebut, Rahmanto mengajak para kader menjadikan proses berorganisasi sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa kader PMII diharapkan tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam mendorong perubahan positif. Integritas moral dan kecerdasan intelektual, menurutnya, perlu berjalan beriringan agar kontribusi yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Kader PMII tidak boleh sekadar menjadi penonton di pinggir jalan pembangunan. Kalian harus tampil sebagai motor penggerak perubahan yang kokoh berdiri di atas integritas moral dan kecerdasan intelektual yang tinggi,” tegas Rahmanto.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang semakin beragam bagi generasi muda. Karena itu, kader perlu terus belajar, memperluas wawasan kebangsaan, meningkatkan keterampilan, serta membangun kemampuan memahami persoalan dari berbagai sudut pandang.
Menurut Rahmanto, kepemimpinan merupakan proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, komitmen, dan kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab.
“Kepemimpinan yang kuat tidak lahir dalam semalam. Ia dibentuk lewat proses panjang, ketekunan, loyalitas yang tulus, dan kedisiplinan yang terjaga. Itulah resep utama menempa mental pemimpin masa depan yang tahan banting,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan diri menghadapi estafet kepemimpinan di masa mendatang. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berorganisasi perlu diarahkan untuk mendukung kemajuan daerah serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Rahmanto berharap nilai-nilai perjuangan PMII dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama mengikuti kegiatan kaderisasi. Para peserta yang telah menyelesaikan Mapaba dan PKD II diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
Melalui pembekalan tersebut, kader PMII diharapkan semakin siap mengembangkan kapasitas diri, menjaga integritas, dan berperan aktif dalam pembangunan serta kehidupan bermasyarakat di Kalimantan Tengah.(Red)
