KUALA KAPUAS – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kapuas resmi menggelar Pekan Panutan Pajak sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bapenda Kapuas, Selasa (14/7/2026), dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo, SP.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Dr. Usis I. Sangkai, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, camat, perbankan, serta masyarakat wajib pajak.
Kepala Bapenda Kapuas, Yaya, SP, mengatakan Pekan Panutan Pajak menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak guna mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, saat ini masyarakat semakin dimudahkan dalam melakukan pembayaran pajak melalui berbagai layanan digital. Pilihan pembayaran tersedia melalui Betang Mobile Bank Kalteng, QRIS, Wonder BNI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Kantor Pos, maupun langsung di Kantor Bapenda.
“Dengan berbagai kanal pembayaran yang tersedia, masyarakat tidak perlu lagi menunda pembayaran pajak karena alasan antre atau proses yang rumit,” ujar Yaya.
Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintah, DPRD, TNI-Polri, BUMN, BUMD, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat untuk menjadi teladan dalam kepatuhan membayar pajak.
Menurut Yaya, optimalisasi penerimaan pajak daerah sangat penting karena hasilnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
“Dari pajak, pembangunan jalan, pelayanan kesehatan, hingga kemajuan sektor pendidikan dapat terus ditingkatkan. Karena itu, optimalisasi PAD dari sektor pajak merupakan keharusan,” tegasnya.
Dalam rangkaian Pekan Panutan Pajak, Bapenda juga akan melaksanakan road show ke sejumlah kecamatan untuk melakukan pendataan, sosialisasi, serta memberikan pelayanan langsung kepada wajib pajak melalui sistem jemput bola.
Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Dodo, SP, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar pajak di tengah masyarakat.
“Pajak adalah urat nadi pembangunan daerah. Karena itu, kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak harus terus ditingkatkan,” katanya.
Dodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang selama ini telah memenuhi kewajibannya. Ia berharap partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dirasakan manfaatnya melalui pembangunan di berbagai sektor yang mendukung kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (nas)
