KUALA KAPUAS – Keterlibatan petani menjadi salah satu kunci pelestarian kekayaan genetik tanaman lokal di Kabupaten Kapuas. Pemerintah daerah mendorong upaya konservasi dilakukan langsung di lahan pertanian agar varietas yang diwariskan secara turun-temurun tetap terjaga dan dapat dikembangkan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kapuas Dodo, SP, saat membuka Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan Sumber Daya Hayati dan pelatihan bagi organisasi perangkat daerah di Aula Bapperida Kapuas, Kamis (8/10/2026).
Dodo mengatakan, tanaman lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan aset penting yang memiliki nilai lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya. Keberadaannya juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.
Ia menilai pelestarian varietas lokal perlu mendapat perhatian di tengah berbagai tekanan, mulai dari perubahan fungsi lahan hingga perubahan iklim dan kebiasaan konsumsi masyarakat. Karena itu, pendekatan konservasi on-farm perlu diperkuat dengan menempatkan petani sebagai pihak yang terlibat langsung dalam menjaga keberlanjutan tanaman lokal.
Menurut Dodo, forum lintas sektor tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi dan kebijakan yang dapat dijalankan secara konkret. Kerja sama antarlembaga diperlukan agar pengelolaan sumber daya genetik berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan BRMP BIOGREN Bogor, Dr. Ketut Gede Mudiarta, menjelaskan bahwa forum tersebut menindaklanjuti pertemuan Kelompok Kerja Teknis di tingkat provinsi. Fokus awal diarahkan pada penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya genetik lokal, terutama tanaman padi.
Program ini merupakan bagian dari proyek Conservation for Sustainable Use of Crop Diversity yang didukung melalui kerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), serta melibatkan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dua wilayah yang diproyeksikan menjadi lokasi percontohan adalah Kecamatan Kapuas Timur dan Kecamatan Tamban Catur. Melalui pengembangan tersebut, diharapkan tercipta koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah, petani, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan dunia usaha.
Kepala Bapperida M. Akhmad Saribi, penyuluh pertanian, serta sejumlah perwakilan instansi terkait turut menghadiri kegiatan tersebut. Sinergi lintas sektor diharapkan menjadi landasan bagi pengelolaan keanekaragaman tanaman lokal yang lebih baik di Kabupaten Kapuas. (nas)
