KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Kantor Bupati Kapuas, Jalan Pemuda Km 5,5, Kuala Kapuas, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Kapuas Dodo, SP, Sekretaris Daerah Dr. Usis I. Sangkai, para asisten dan staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta diikuti jajaran ASN, TNI, Polri, pelajar, dan mahasiswa.
Bupati Kapuas H.M. Wiyatno bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk merefleksikan sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bupati Wiyatno menyampaikan bahwa Pancasila merupakan dasar pemersatu bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila juga dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian dunia.
“Pancasila tidak hanya sekadar dasar pemersatu Bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi untuk terciptanya perdamaian dunia,” ujar Wiyatno saat membacakan amanat Presiden.
Dalam amanat tersebut juga dijelaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk turut mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia berdasarkan prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui diplomasi bebas aktif, partisipasi dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mediasi konflik di berbagai wilayah, serta dukungan terhadap negara-negara yang masih mengalami penindasan.
Lebih lanjut, Presiden melalui amanatnya menegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa harus terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol ataupun bahan hafalan.
“Pancasila sebagai ideologi bangsa harus senantiasa hidup dan menjadi pedoman kehidupan, bukan sekadar simbol atau bahan hafalan,” tegasnya.
Di akhir amanat, seluruh elemen bangsa diajak untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara guna mewujudkan Indonesia yang adil, maju, bermartabat, dan berbudaya. (nas)