PALANGKARAYA -Raungan knalpot dan aksi kebut-kebutan liar masih menjadi pemandangan meresahkan di Kota Palangka Raya. Ironisnya, mayoritas pelaku yang terjaring razia diketahui masih berstatus pelajar.
Menyikapi kondisi tersebut, Satlantas Polresta Palangka Raya bergerak melakukan patroli dan penindakan di sejumlah titik yang kerap dijadikan arena balap liar.
Operasi penertiban balap liar yang digelar Satlantas Polresta Palangka Raya dipimpin langsung Kasat Lantas, Kompol Hermanto. Ia membenarkan, dalam razia yang berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu sore tersebut.
“Dari operasi yang digelar sejak Sabtu malam hingga Minggu sore itu, sebanyak 36 sepeda motor berhasil diamankan petugas,” tegasnya.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penindakan berada di Jalan Adonis Samad, tepatnya di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya.
Dalam pelaksanaannya, polisi juga menurunkan personel berpakaian preman guna mempermudah proses pengintaian dan penindakan terhadap para pelaku balap liar di lapangan.
Fenomena ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Selain membahayakan keselamatan pelaku, aksi balap liar juga mengancam pengguna jalan lain serta mengganggu ketertiban masyarakat.
Polisi pun menilai peran orang tua sangat penting untuk mencegah anak-anak terlibat dalam aktivitas berbahaya tersebut.
Pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak, khususnya pada malam hingga dini hari, diharapkan mampu meminimalisir aksi balap liar yang semakin marak.
“Kami memastikan patroli dan razia akan terus digelar sebagai langkah menjaga keamanan serta menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif,” pungkasnya. Zal