PALANGKA RAYA, kaltengtimes.co.id – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta pemerintah kota tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur pada 2026 meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
Ia mengapresiasi capaian pembangunan sepanjang 2025 yang dinilai cukup signifikan. “Pada 2025 Pemkot Palangka Raya secara total telah melakukan penanganan jalan lingkungan mencapai 20.418 meter, sedangkan drainase lingkungan sepanjang 1.895 meter. Ini suatu prestasi yang perlu kita berikan penghargaan,” ujarnya di Palangka Raya.
Namun demikian, Khemal mengakui bahwa tantangan pembangunan tahun ini tidak ringan. Hal tersebut dipicu adanya pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp253 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil pemerintah pusat.
“Tapi kita harus optimis, mudah-mudahan Pemerintah Kota Palangka Raya ada terobosan-terobosan terkait bagaimana menutupi anggaran yang dipotong oleh pemerintah pusat itu,” katanya.
Ia menyebutkan, pemerintah kota saat ini tengah berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui optimalisasi sektor pajak dan retribusi daerah. Langkah ini diharapkan mampu menopang kelanjutan program pembangunan.
Menurutnya, upaya tersebut penting agar pembangunan tetap berjalan, baik di sektor infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, maupun pelayanan publik.
“Jangan sampai dengan pemotongan anggaran tersebut, pelayanan publik pemerintah kota kepada masyarakat justru berkurang. Dalam kondisi seperti ini harus terus meningkat,” tegasnya.
Khemal berharap, capaian pembangunan yang telah diraih pada 2025 dapat terus ditingkatkan sehingga manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Semoga di tahun ini bisa tetap dipertahankan sehingga seluruh daerah tidak hanya perumahan saja, tapi kawasan kumuh juga bisa menikmati jalan enak, jalan mulus, drainase yang lancar. Jadi tidak ada lagi kita mendengar daerah yang banjir akibat drainase yang tidak berfungsi. Itu harapan kita,” tutupnya.(Red)




