Kuala Kapuas, kaltengtimes.co.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan pelatihan jurnalistik televisi dan produksi konten bagi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, Kamis (30/4/2026).
Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Kapuas yang diwakili oleh Asisten III Setda Kapuas, Ferry Noah.
Selain dihadiri sejumlah kepala OPD, kegiatan ini juga dihadiri Ketua PWI Kabupaten Kapuas Sri Hayati dan Ketua SMSI Kapuas L. E. Nasution. Sementara itu, Ketua IJTI Kalimantan Tengah Samsudinoot didaulat sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, Firmansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur OPD, khususnya di bidang jurnalistik televisi dan produksi konten.
“Pelatihan ini mencakup teknis pengambilan gambar, pengolahan video, hingga keterampilan penulisan naskah berita agar mampu menyajikan informasi publik secara baik dan benar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari safari jurnalistik yang sebelumnya telah dilaksanakan IJTI di beberapa kecamatan.
Sementara itu, Bupati Kapuas H. M. Wiyatno dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ferry Noah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah, khususnya dalam bidang komunikasi publik,” ungkapnya.
Ia menegaskan, di era digitalisasi saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat dan dinamis. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya dituntut untuk bekerja dengan baik, tetapi juga harus mampu menyampaikan kinerja, program, dan kebijakan secara efektif, transparan, serta mudah dipahami masyarakat.
“Kemampuan jurnalistik dan pembuatan konten menjadi sangat penting dimiliki setiap OPD agar informasi publik dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” tutupnya.
(Nas)




