MUARA TEWEH, kaltengtimes.co.id — Menyambut momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) mulai menggencarkan promosi berbagai destinasi wisata unggulan daerah. Salah satu objek wisata alam yang menjadi andalan utama adalah Air Terjun Jantur Doyam, yang menawarkan pesona asri hutan tropis khas Kalimantan Tengah.
Kepala Disbudparpora Barito Utara, Hj. Annisa Cahyawati, menyatakan bahwa periode libur panjang Idul Fitri merupakan kesempatan strategis bagi masyarakat untuk mengeksplorasi potensi wisata lokal. Hal tersebut disampaikannya di Muara Teweh, Jumat (6/3/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
“Menjelang libur Idul Fitri 2026, kami mengundang masyarakat untuk menikmati keindahan destinasi wisata di Barito Utara. Air Terjun Jantur Doyam menjadi salah satu rekomendasi utama kami karena panoramanya yang eksotis dan kondisi alamnya yang masih terjaga keasliannya,” ujar Hj. Annisa Cahyawati.
Air Terjun Jantur Doyam dikenal luas melalui suguhan air terjun jernih yang jatuh membentuk tirai alami ke dalam kolam di bawahnya. Suasana hutan yang rimbun dan udara sejuk menjadikannya lokasi ideal bagi keluarga untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas pekerjaan maupun ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain menikmati estetika visual, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan alam melalui aktivitas bermain air di kolam alami hingga fotografi lanskap.
Untuk menjamin kenyamanan para pelancong, pemerintah daerah telah melengkapi kawasan Jantur Doyam dengan sejumlah fasilitas penunjang. Infrastruktur yang tersedia meliputi area parkir yang representatif, gazebo peristirahatan, musala, area bermain anak, toilet, ruang ganti, hingga sentra kuliner lokal yang dapat menghidupkan ekonomi kreatif warga sekitar.
Selain Jantur Doyam, Disbudparpora juga merekomendasikan destinasi lain yang tak kalah menarik, seperti DAM Trinsing dan Bumi Perkemahan (Buper) Panglima Batur. Kedua lokasi ini menawarkan pengalaman wisata edukasi dan rekreasi keluarga yang juga menjadi daya tarik tersendiri di Barito Utara.
Hj. Annisa berharap promosi yang dilakukan secara masif ini dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan waktu libur bersama keluarga di objek wisata lokal. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan hiburan bagi warga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif serta memperkuat citra pariwisata Kabupaten Barito Utara di mata publik luas.(Red)




