PURUK CAHU, Kaltengtimes.co.id – Seminar yang diselenggarakan oleh Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kabupaten Murung Raya menjadi sarana refleksi bagi umat Kristiani dalam menjalankan peran di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Murung Raya, Heriyus yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Murung Raya, Rahmat K. Tambunan, saat membuka kegiatan seminar di Gedung Gereja JKI Sungai Yordan, Puruk Cahu, Selasa (4/2/2026).
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa kegiatan seminar diharapkan mampu memberikan penguatan bagi para pendeta dan pelayan gereja yang hadir, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran aktif sebagai warga negara yang baik.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para pendeta dan pelayan Tuhan semakin berperan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis serta memperkuat nilai toleransi dan persatuan,” ujar Rahmat K. Tambunan saat membacakan sambutan Bupati.
Seminar yang berlangsung selama dua hari, mulai 4 hingga 5 Februari 2026, mengangkat tema “Berjalan dengan Karunia, Anugerah dan Kuasa Roh Kudus.”
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Rev. Elisha Chieng dan Ps. John Dimer. Seminar ini diikuti puluhan hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua PGLII Kabupaten Murung Raya, Pdt. Aristopelis, bersama para pendeta dan pelayan gereja dari sejumlah denominasi di wilayah Murung Raya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber. Selama seminar berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan rohani serta ruang diskusi yang diharapkan dapat memperkaya pemahaman dan memperkuat pelayanan mereka di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang beriman, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.(red)




