PALANGKA RAYA, kaltengtimes.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Mendawai.
Pernyataan tersebut disampaikan Arif menyikapi langkah Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama UPTD Puskesmas Bukit Hindu yang melakukan fogging setelah adanya laporan kasus DBD dari masyarakat.
Ia mengapresiasi respons cepat yang dilakukan, namun mengingatkan bahwa fogging bukan solusi utama jika tidak diiringi kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Dinkes dan puskesmas. Namun perlu diingat, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang paling penting adalah pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, kawasan Mendawai masih memiliki potensi tinggi penyebaran DBD, terutama karena adanya tumpukan sampah dan barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
“Peran masyarakat sangat krusial. Kalau lingkungan masih kotor, banyak genangan air di barang bekas atau sampah, maka siklus DBD akan terus berulang meskipun dilakukan fogging,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar konsisten menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas.
Selain itu, penggunaan larvasida, pemeliharaan ikan pemakan jentik, hingga kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan juga dinilai penting dalam memutus rantai penyebaran DBD.
“Ini harus menjadi gerakan bersama. Jangan hanya mengandalkan pemerintah. Jika masyarakat aktif menjaga lingkungan, maka angka kasus DBD bisa ditekan,” pungkasnya.(Red)




