Rabu, 10 Desember 2025

Koperasi Merah Putih Diproyeksikan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa di Katingan

A+A-
Reset

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kabupaten Katingan mulai mengambil langkah serius dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembentukan dan penguatan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Instruksi terbaru yang dikeluarkan Bupati Saiful menempatkan koperasi sebagai pusat layanan ekonomi terpadu yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Bupati Saiful menegaskan bahwa koperasi tidak lagi diposisikan sekadar sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi sebagai pusat kegiatan ekonomi yang terintegrasi dengan berbagai sektor kebutuhan dasar masyarakat.

“Koperasi ini harus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Bukan sekadar kantor layanan, tapi juga penyedia sembako, layanan simpan pinjam, klinik desa, apotek, hingga fasilitas logistik seperti pergudangan dan cold storage,” ujarnya dalam arahannya, Selasa (11/11/2025).

Untuk memastikan model koperasi terpadu ini berjalan efektif, pemerintah daerah mengatur pembagian tugas secara rinci kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah, camat, hingga BUMD. Langkah tersebut meliputi penguatan kelembagaan, pendampingan teknis, pemetaan potensi desa, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang akan mengelola Koperasi Merah Putih di lapangan.

Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan mendapat mandat sebagai pendamping utama koperasi. Sementara itu, Dinas PMD bertanggung jawab melakukan inventarisasi potensi desa sebagai dasar perencanaan usaha. Dinas teknis sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan diarahkan memberikan dukungan sesuai komoditas unggulan wilayah masing-masing.

Dinas Kesehatan diminta menyiapkan layanan kesehatan berbasis koperasi, termasuk opsi klinik desa atau apotek kecil yang dikelola bersama masyarakat. Bappedalitbang memastikan setiap program koperasi selaras dengan arah pembangunan daerah, sedangkan Dinas Kominfo memperkuat digitalisasi layanan koperasi, termasuk sistem transaksi, pencatatan, dan pemasaran produk.

Selain itu, Dinas Sosial mendapat tugas khusus mendorong penerima bantuan sosial ikut menjadi anggota koperasi serta membantu pemasaran produk lokal. Camat diminta memperkuat koordinasi dan sosialisasi agar pembentukan koperasi berjalan seragam di tiap wilayah. BUMD juga diarahkan berperan dalam stabilisasi komoditas dan membuka akses pendanaan melalui kerja sama dengan BUMN.

Pendanaan program akan mengandalkan APBD perangkat daerah, APBDes atau anggaran kelurahan, serta sumber pembiayaan resmi lainnya.

Bupati Saiful menekankan pentingnya pelaksanaan instruksi secara disiplin dan laporan berkala agar program dapat berjalan terukur. Ia menilai Koperasi Merah Putih adalah instrumen strategis untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis desa yang lebih kuat dan mandiri.

“Kita ingin ekonomi kerakyatan tumbuh dari bawah. Jika koperasi kuat, maka kesejahteraan masyarakat juga ikut terangkat,” tegasnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap koperasi mampu menjadi pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat desa, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (red)

Berita Terkait