KASONGAN – Upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas terus dilakukan RSUD Mas Amsyar Kasongan. Manajemen BLUD rumah sakit tersebut menggelar pembahasan anggaran bersama BPKP Kalimantan Tengah dalam sebuah rapat koordinasi yang berlangsung pada Jumat (10/10) di Kantor BPKP Kalteng.
Direktur RSUD Mas Amsyar, dr Agnes Nissa Paulina, menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan anggaran di tahun berikutnya. Menurutnya, sinergi dengan lembaga pengawasan keuangan sangat diperlukan agar rumah sakit dapat menyesuaikan pengelolaan anggaran dengan kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang.
“Rapat ini membantu kami menyatukan persepsi terkait penerapan batas anggaran bagi BLUD, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan anggaran tahun berjalan,” ujar Agnes. Ia menegaskan bahwa rumah sakit berkomitmen menjaga pengelolaan keuangan yang efisien dan mengikuti prinsip tata kelola yang baik.
Rakor tersebut juga dihadiri Inspektur Kabupaten Katingan, Deddy Ferras, yang sekaligus menjabat Ketua Dewan Pengawas RSUD Mas Amsyar mewakili Bupati Saiful. Kehadiran perangkat daerah dalam rapat ini, ujar Deddy, menandai pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam memperkuat sistem keuangan rumah sakit.
Ia menekankan bahwa pembahasan anggaran tidak hanya berfokus pada teknis penggunaan dana, tetapi juga pada upaya membangun sistem pengelolaan keuangan yang berkualitas dan berorientasi pada layanan publik.
“Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan. Itulah sebabnya kolaborasi antara RSUD, Dewan Pengawas, BPKP dan BPKAD sangat penting,” kata Deddy.
Ia menambahkan bahwa dukungan sistem keuangan yang stabil akan memastikan RSUD Mas Amsyar tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bagi Pemkab Katingan, perkuatan manajemen BLUD menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. (red)
