PURUK CAHU, Kaltengtimes.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya, Kalimantan Tengah, terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Akademi Kebidanan (Akbid) Murung Raya dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM), Kalimantan Selatan, yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin, Senin lalu.
Penandatanganan MoU dan PKS tersebut menjadi langkah penting Pemkab Murung Raya dalam memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kapasitas lembaga pendidikan kesehatan daerah. Kerja sama ini mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta pengembangan riset dan inovasi di bidang kebidanan.
Bupati Murung Raya, Heriyus SE, menyambut baik kolaborasi strategis ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tenaga kesehatan merupakan prioritas pemerintah daerah untuk menjawab tantangan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang profesional dan berdaya saing.
“Melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, pemerintah berharap Akbid Murung Raya mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ujar Heriyus, Rabu (1/10).
Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya sekadar formalitas antar-lembaga, melainkan sebuah komitmen nyata untuk membangun sistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan daerah.
Selain MoU dan PKS, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMBJM dan pihak manajemen Akbid Murung Raya.
Rektor UMBJM menegaskan bahwa kerja sama ini akan membuka peluang pertukaran tenaga pengajar, penelitian bersama, hingga program pengabdian masyarakat terpadu. “Kami siap berkolaborasi untuk memperkuat mutu pendidikan dan praktik kebidanan di wilayah Kalimantan,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Murung Raya berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, dan lembaga pendidikan dapat menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di masa depan.(y)









