KUALA KAPUAS – Perjalanan Nanda Widya Putri meraih juara III lomba jurnalistik FLSEN tingkat nasional menjadi bukti pentingnya kerja keras dan pendampingan yang tepat dalam mengembangkan potensi pelajar.
Siswi kelas XIIE SMAN 2 Kuala Kapuas tersebut berhasil membawa pulang medali perunggu setelah sebelumnya meraih prestasi terbaik di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Keberhasilan pada 2026 ini sekaligus menjadi peningkatan pencapaian dibandingkan tahun 2025, ketika langkahnya hanya sampai tingkat provinsi.
Nanda mengatakan, persiapan menuju kompetisi nasional dilakukan melalui proses belajar yang panjang. Ia menjadikan hasil lomba tahun lalu sebagai dorongan untuk memperbaiki diri, terutama dalam memperluas wawasan jurnalistik dan meningkatkan keterampilan menulis.
Berbagai artikel dan literatur dipelajarinya untuk memperdalam pemahaman tentang cara mengolah informasi menjadi karya jurnalistik yang baik. Ia juga harus mampu menentukan narasumber yang sesuai dengan topik serta menyajikan informasi berdasarkan tema yang telah ditetapkan penyelenggara.
Tantangan lainnya adalah tahapan wawancara dengan dewan juri. Pada tahap tersebut, peserta harus mampu menjelaskan sekaligus membuktikan keaslian karya yang dihasilkan.
Nanda mengakui bahwa proses tersebut dapat dilaluinya berkat bimbingan Edelweis Gardena Eddra Nasution, S.Pd., M.Pd., yang menjadi guru sekaligus mentor selama persiapan lomba.
Menurut Nanda, Edelweis banyak membantunya memahami penggunaan kosakata, penyusunan kalimat, serta pemenggalan kata dan kalimat yang benar. Dukungan dan kesabaran sang guru turut membangun kepercayaan dirinya dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Atas pencapaian itu, Nanda menyampaikan rasa syukur karena dapat memberikan prestasi bagi sekolah sekaligus mengharumkan nama daerah.
Edelweis sendiri menyambut keberhasilan tersebut dengan bangga. Ia berharap prestasi Nanda dapat menjadi inspirasi bagi generasi pelajar berikutnya untuk mengembangkan bakat dan berani berkompetisi.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap perlombaan menghadirkan pengalaman, baik kemenangan maupun kekalahan. Kekalahan perlu dijadikan kesempatan untuk mengasah kemampuan, sedangkan kemenangan harus disikapi dengan rendah hati dan menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh.
Prestasi Nanda menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu datang pada kesempatan pertama. Dengan kemauan memperbaiki diri, dukungan guru, dan proses belajar yang konsisten, kesempatan untuk mencapai hasil yang lebih baik selalu terbuka. (nas)
