PULANG PISAU – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Senin (19/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, kedua pejabat bersama Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani melihat kondisi kebakaran di kawasan Jalan Trans Kalimantan, yang berjarak sekitar dua kilometer dari Kantor Bupati Pulang Pisau. Mereka bahkan ikut bergabung dengan petugas di lapangan untuk melakukan penyemprotan air pada area yang terbakar.
Rombongan tiba sekitar pukul 11.00 WIB dan disambut Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Bupati Pulang Pisau A. Rifa’i, Kasdam XXII/Tambun Bungai, Dandim 1011/KLK Letkol Inf. Deky Febrianto, serta Kapolres Pulang Pisau AKBP M. Aminuddin.
Usai meninjau lokasi kebakaran, rombongan melanjutkan agenda dengan rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau. Pertemuan itu dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Bupati Kapuas Dodo, SP, MA, Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Pangeran Sojuaon Pandiangan, serta perwakilan instansi pemerintah daerah dan provinsi.
Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Kristomei Sianturi memaparkan perkembangan karhutla di Kalimantan Tengah, termasuk kendala penanganan, dampak kebakaran, serta perbandingan luas lahan terbakar sejak 2015 hingga 2026.
Ia menyampaikan bahwa data yang dipaparkan menunjukkan aktivitas titik panas di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian serius. Menurutnya, jumlah titik panas di provinsi tersebut selama tujuh hari terakhir mencapai angka yang tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengatakan sejumlah kabupaten dan kota telah memperoleh tambahan personel. Khusus Kabupaten Pulang Pisau, sebanyak 110 personel dari Yon TP dikerahkan untuk membantu penanggulangan karhutla.
Ia berharap dukungan personel tersebut dapat mempercepat penanganan kebakaran melalui langkah yang lebih efektif, terukur, dan terkoordinasi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menjelaskan bahwa penanganan karhutla masih mengandalkan operasi darat. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum memungkinkan dilakukan karena jarak pandang yang buruk.
Ia juga menyebutkan bahwa fenomena El Niño diperkirakan memperpanjang musim kemarau tahun ini. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan upaya pengendalian sambil berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi kebakaran.
Wakil Bupati Kapuas Dodo berharap koordinasi lintas instansi melalui rapat tersebut dapat memperkuat komitmen bersama dalam mencegah dan menangani karhutla. Ia juga mengharapkan adanya ruang dialog antarpihak agar berbagai kendala di lapangan dapat dibahas dan dicarikan solusi bersama. (nas)
