PALANGKA RAYA -Seorang driver ojek online dibuat terkejut setelah menerima orderan dari calon penumpang yang mengajaknya datang ke sebuah kos dengan imbalan uang sebesar Rp150 ribu.
Pesan tersebut diterima pada Kamis dini hari, 8 Oktober 2026. Dalam percakapan itu, calon penumpang menawarkan uang kepada driver yang bersedia datang ke tempat tinggalnya untuk melakukan tindakan yang dinilai tidak pantas.
Merasa curiga, driver kemudian menghubungi rekan-rekannya di basecamp. Sejumlah driver lantas mendatangi lokasi di Jalan Soekarno II, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, untuk meminta klarifikasi.
Di lokasi, para driver bertemu dengan seorang pria muda yang disebut memiliki ketertarikan kepada sesama jenis dan kerap disapa “boti”.
Situasi sempat memanas. Namun, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Ojol Nusantara Kalimantan Tengah, Gandos, memastikan tidak terjadi kekerasan dalam peristiwa tersebut.
Gandos kemudian mengungkap isi pesan yang memicu kehebohan. Dalam pesan tersebut, calon penumpang menawarkan uang kepada driver yang bersedia datang ke tempat tinggalnya.
“Dalam pesan itu, calon penumpang menawarkan uang Rp150 ribu sekaligus mengajak driver untuk berhubungan intim,” ungkap Gandos.
Pria tersebut kemudian dibawa ke Polresta Palangka Raya untuk dimintai keterangan. Setelah dilakukan mediasi oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palangka Raya, yang bersangkutan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Zal.
