KUALA KAPUAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas menggelar simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Mantangai sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau.
Kegiatan tersebut diikuti Ketua TP-PKK Kabupaten Kapuas Hj. Siti Saniah Wiyatno, Ketua GOW Hartitati Dodo, serta Ketua DWP Silvya Veronita Usis I Sangkai.
Turut mendampingi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas Pangeran Sojuaon Pandiangan.
Selain pejabat daerah, simulasi juga diikuti aparatur kecamatan, kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan kepala desa di wilayah Mantangai.
Dalam simulasi tersebut, peserta mendapatkan pelatihan penanganan awal titik api hingga praktik pemadaman kebakaran menggunakan peralatan yang telah disiapkan.
Ketua TP-PKK Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, menilai simulasi lapangan menjadi langkah penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan Karhutla.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami cara penanganan kebakaran sekaligus memiliki kepedulian lebih besar terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah Karhutla.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran Sojuaon Pandiangan, mengatakan Kecamatan Mantangai dipilih karena menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan Karhutla cukup tinggi di Kabupaten Kapuas.
“Wilayah Mantangai sangat luas dan memiliki 37 desa, sehingga perlu kesiapsiagaan yang lebih kuat dari seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Menurut Pangeran, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan agar masyarakat mampu melakukan penanganan cepat apabila ditemukan titik api.
Ia pun mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (nas)