PALANGKA RAYA, kaltengtimes.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, meminta pemerintah kota memastikan keakuratan data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sebelum mengambil langkah penanganan lebih lanjut.
Menurut Hasan, informasi dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya yang mencatat adanya 16 kasus DBD perlu ditelusuri secara mendalam di lapangan.
“Nah, informasi dari Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya sudah ada 16 kasus. Maka data ini harus benar-benar ditelusuri,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat.
Ia menjelaskan, petugas kesehatan perlu memastikan asal-usul kasus tersebut, apakah benar berasal dari warga setempat atau merupakan kasus yang dibawa dari luar daerah.
“Jadi makanya kita cek dulu kebenarannya. Kasus itu muncul dari mana? Siapa tahu nanti orang bawaan dari luar masuk ke sini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Hasan menegaskan apabila kasus tersebut terbukti berasal dari warga Palangka Raya, maka langkah cepat harus segera dilakukan, termasuk penanganan di lokasi terdampak guna mencegah penyebaran lebih luas.
Ia juga mengingatkan bahwa DBD merupakan penyakit yang bersifat endemik dan kerap muncul setiap tahun, sehingga tidak boleh dianggap sepele.
“Tetapi juga kita tidak bisa serta merta abai akan hal ini. Pemerintah kota harus menaruh perhatian dalam menekan kasus DBD tiap tahunnya,” katanya.
Selain upaya pemerintah, Hasan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
Untuk itu, ia mengajak warga aktif melakukan langkah pencegahan, mulai dari menjaga kebersihan sekitar rumah hingga rutin melaksanakan kerja bakti.
“Tidak harus menunggu tindakan dari pemerintah. Tapi harapannya masyarakat sudah punya kesadaran terkait masalah DBD karena ini bukan hanya sekali ini saja DBD muncul,” pungkasnya.(red)




