PALANGKA RAYA, kaltengtimes.co.id – Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, mendorong pemerintah kota agar lebih serius memperhatikan kesejahteraan guru, terutama mereka yang bertugas di daerah pinggiran dan terpencil.
Ia menilai, para guru di wilayah tersebut menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang berada di perkotaan, khususnya terkait akses transportasi dan tingginya biaya operasional.
“Guru-guru yang mengabdi di daerah pinggiran dan terpencil menghadapi tantangan yang jauh lebih berat, terutama dari sisi akses transportasi dan biaya operasional. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota,” ujarnya di Palangka Raya.
Menurutnya, pemerataan kualitas pendidikan sulit tercapai tanpa dukungan nyata bagi tenaga pendidik yang bekerja dalam keterbatasan sarana dan akses.
Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait agar menghadirkan kebijakan konkret. Salah satu langkah yang diusulkan adalah penyediaan sarana transportasi operasional bagi guru, termasuk perahu bermesin atau klotok bagi mereka yang harus melalui jalur sungai.
“Untuk wilayah yang aksesnya melalui jalur air, bantuan klotok sangat dibutuhkan. Ini bukan soal fasilitas mewah, tetapi soal keberlanjutan proses belajar mengajar,” katanya.
Selain transportasi air, Syaufwan juga mengusulkan adanya kompensasi bahan bakar minyak (BBM) bagi guru yang harus menempuh perjalanan darat ke sekolah di wilayah pinggiran. Ia menilai, beban biaya transportasi selama ini cukup memberatkan.
“Kami berharap ada dana kompensasi BBM atau insentif perjalanan agar guru tidak terbebani secara ekonomi hanya untuk menjalankan tugas mulianya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa DPRD juga mendorong peningkatan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan tambahan serta penataan distribusi tenaga pendidik agar lebih merata.
Ia menekankan pentingnya kebijakan yang mencegah penumpukan guru di wilayah perkotaan, sehingga sekolah di daerah terpencil tidak kekurangan tenaga pengajar.
“Penataan distribusi guru harus lebih adil. Perpindahan guru dari daerah terpencil ke pusat kota perlu dibatasi agar sekolah di pinggiran tidak kekurangan tenaga pendidik,” tutupnya.(red)




