MUARA TEWEH, kaltengtimes.co.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya transformasi Kementerian Agama agar tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Penegasan tersebut disampaikan Menteri Agama melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, dalam upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Sabtu, 3 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Menag menyoroti program Desa Sadar Kerukunan sebagai langkah konkret untuk menghadirkan nilai-nilai kerukunan umat beragama secara nyata di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan Kementerian Agama harus memberikan manfaat riil dan tidak boleh terjebak dalam tataran administratif maupun birokratis semata. Kerukunan umat harus dirasakan langsung oleh publik sebagai hasil dari program yang berdampak, bukan sekadar menjadi wacana dalam forum seminar.
Lebih lanjut, Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk merefleksikan kembali sejarah peradaban, terutama peran Baitul Hikmah pada abad pertengahan yang mampu memadukan nilai agama dengan rasionalitas ilmu pengetahuan. Semangat intelektual tersebut dinilai perlu dihidupkan kembali untuk menghadapi tantangan era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity). Menag menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi, melainkan harus memiliki kedaulatan AI.
Terkait hal tersebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama diinstruksikan untuk mampu mewarnai substansi kecerdasan buatan dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, dan menyejukkan. Menag menekankan bahwa algoritma masa depan tidak boleh hampa dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Penggunaan AI harus diarahkan menjadi instrumen pemersatu dan penguat kerukunan, guna menangkal potensi disinformasi yang dapat memicu perpecahan bangsa.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Menteri Agama menekankan pentingnya transformasi ASN menjadi pribadi yang agile, adaptif, serta terbuka terhadap inovasi teknologi. Pelayanan kepada umat harus dilakukan dengan empati dan integritas tinggi sebagai bentuk aktualisasi warisan luhur tradisi keagamaan. Melalui penguasaan teknologi yang beretika, diharapkan Kementerian Agama mampu merespons dinamika zaman dengan lebih responsif dan profesional.
Menutup sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Menteri Agama mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan tekad sesuai tema HAB ke-80. Dengan fondasi yang kokoh dan semangat pengabdian yang berdampak, ia optimistis Indonesia mampu melangkah menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat. Pesan tersebut diakhiri dengan ucapan selamat Hari Amal Bhakti ke-80 sebagai momentum bagi Kementerian Agama untuk terus menjadi cahaya pencerah bagi bangsa.(Red)




