Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Gebyar Undian Taheta (Tabungan Hari Esok Terencana) Periode XXIX yang digelar PT Bank Kalteng di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Bank Kalteng sehingga dapat diikuti nasabah di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Bupati Murung Raya, Heriyus, menilai program Taheta tidak sekadar agenda undian berhadiah, tetapi memiliki nilai strategis dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk merencanakan keuangan secara lebih baik.
“Pemerintah Kabupaten Murung Raya mendukung penuh program Bank Kalteng yang mendorong budaya menabung dan literasi keuangan. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Heriyus.
Menurutnya, peningkatan partisipasi nasabah dalam program Taheta mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah. Hal tersebut, kata dia, menjadi modal penting dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke tingkat desa.
Program Taheta Periode XXIX sendiri diikuti ratusan ribu rekening nasabah. Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah sekaligus bagian dari komitmen jangka panjang dalam menumbuhkan budaya menabung di Kalimantan Tengah.
Selain pengundian hadiah, kegiatan juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal melalui kehadiran sejumlah tenant. Bupati Heriyus menilai langkah tersebut sebagai bentuk sinergi yang positif antara sektor perbankan dan pelaku usaha.
“Keterlibatan UMKM dalam kegiatan seperti ini menjadi peluang untuk memperluas pasar dan memperkuat perekonomian daerah. Sinergi ini penting agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata,” tambahnya.
Pemkab Murung Raya berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Kalteng terus diperkuat, khususnya dalam mendukung program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.(red)




