KUALA KAPUAS – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kapuas berencana menggelar lomba pembuatan film dokumenter bertema sejarah dan budaya daerah. Program ini ditujukan untuk mendorong kreativitas pelajar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kapuas kepada masyarakat luas.
Pelaksana Tugas Kepala Disparbudpora Kapuas, Budi Kurniawan, mengatakan daerahnya memiliki beragam cerita sejarah, tradisi, dan kearifan lokal yang layak diangkat menjadi karya film.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan publikasi warisan budaya melalui program bioskop keliling yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Kalselteng di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas.
Menurut Budi, film dapat menjadi media efektif untuk mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat, terutama generasi muda. Karena itu, ia mendorong para pelajar untuk mulai berani berkarya melalui film pendek maupun dokumenter.
“Potensi cerita budaya di Kapuas sangat banyak. Kami ingin pelajar ikut terlibat mengangkatnya dalam bentuk film agar dapat dikenal lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, lomba film dokumenter tersebut rencananya akan dilaksanakan pada momen tertentu, salah satunya kemungkinan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Kalselteng, Riris Purbasari, menuturkan bahwa program bioskop keliling merupakan bagian dari upaya edukasi dan publikasi budaya kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengetahuan tentang sejarah, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya Indonesia. (nas)




