Rabu, 10 Desember 2025

Batik Simbol Persatuan dan Identitas Bangsa

A+A-
Reset

PALANGKA RAYA, Kaltengtimes.co.id – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Riska Agustin, menyerukan pentingnya melestarikan batik sebagai warisan budaya dunia pada momentum peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2025, Kamis (2/10/2025).

“Batik bukan sekadar kain bercorak indah, melainkan cerminan sejarah, filosofi, dan kearifan lokal bangsa Indonesia,” ujarnya.

Riska menjelaskan, setiap helai batik menyimpan makna dan kisah mendalam yang mencerminkan perjalanan budaya bangsa. “Setiap corak batik memiliki narasi kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, di balik setiap goresan canting dan celupan warna batik terdapat nilai spiritual serta identitas kebangsaan yang harus dijaga. “Ada doa, harapan, dan jati diri bangsa yang tercermin dalam setiap karya batik,” kata Riska.

Riska mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan batik agar tetap menjadi kebanggaan nasional sekaligus dikenal luas di dunia. “Mari kita jaga, lestarikan, dan banggakan batik sebagai warisan budaya dunia,” ajaknya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pengakuan UNESCO pada tahun 2009 terhadap batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus menjaganya.

“Pengakuan itu menegaskan bahwa batik adalah aset global yang menjadi identitas bangsa Indonesia,” tandasnya.

Riska menutup dengan menegaskan bahwa batik bukan hanya seni, tetapi juga simbol persatuan dan keberagaman budaya nusantara.

“Batik adalah simbol pemersatu bangsa dan kebanggaan Indonesia,” pungkasnya. (red)

 

Berita Terkait