MUARA TEWEH, Kaltengtimes.co.id – Pemerintahan baru Kabupaten Barito Utara di bawah kepemimpinan Bupati H. Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan langsung tancap gas. Dalam hitungan hari setelah dilantik, pasangan ini meluncurkan Program 100 Hari Kerja, sebagai wujud komitmen untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
Dalam apel gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Utara di Arena Tiara Batara baru-baru ini, Bupati Shalahuddin menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan dasar rakyat.
“Seratus hari pertama ini adalah pembuktian. Kami hadir untuk bekerja nyata, bukan simbolik,” tegasnya.
Program 100 Hari Kerja menitikberatkan pada percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan pendidikan, penguatan sektor sosial, serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
Pemerintah akan mempercepat pembangunan jalan dan jembatan antarwilayah untuk meningkatkan konektivitas dan mempermudah arus ekonomi masyarakat. Guna mendukung program tersebut, Pemkab menyiapkan paket alat berat yang akan disalurkan bertahap ke desa-desa. Alat berat tersebut akan digunakan untuk memperbaiki jalan desa, membuka lahan produktif, dan memperkuat infrastruktur pertanian.
Beasiswa dan Pendidikan Berkualitas
Di sektor pendidikan, Bupati mengarahkan Dinas Pendidikan untuk membentuk Tim Teknis yang bertugas memastikan penyaluran beasiswa tepat sasaran, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Program ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Dukungan Nyata untuk Petani dan Pembudidaya
Di bidang ketahanan pangan, pemerintah menyalurkan bantuan berupa bibit ikan, kolam terpal, dan pakan bagi pembudidaya, serta melaksanakan restocking ikan di perairan umum. Selain itu, Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan di berbagai kecamatan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Sentuhan Sosial dan Layanan Kesehatan
Kelompok rentan juga mendapat perhatian khusus melalui bantuan permakanan bagi lansia, disabilitas, dan anak terlantar. Di bidang kesehatan, Pemkab akan membangun rumah singgah pasien di RSUD Muara Teweh, rumah tunggu kelahiran di tiap kecamatan, serta memberikan subsidi biaya ambulans untuk pasien non-BPJS.
Selain itu, Dinas Kominfosandi mendapat mandat untuk mengatasi 93 desa blank spot sinyal, sementara sektor perdagangan fokus pada pengawasan harga LPG 3 kg agar tetap sesuai HET.
Menutup arahannya, Shalahuddin menegaskan bahwa program 100 hari ini adalah fondasi untuk mewujudkan pemerintahan yang cepat, bersih, dan berpihak pada rakyat.
“Kami ingin 100 hari ini menjadi pijakan kuat untuk membangun Barito Utara yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tandasnya.(y)




