MUARA TEWEH, Kaltengtimes.co.id – Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelatihan menjahit lanjutan yang digelar UPT BLK Dinas Nakertranskop-UKM Kabupaten Barito Utara menjadi harapan baru bagi para perempuan dan pencari kerja di daerah. Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha dan kemandirian ekonomi.
Kegiatan baru-baru ini, diikuti oleh 16 peserta dari berbagai kecamatan. Selama sembilan hari pelatihan, para peserta akan belajar teknik menjahit lanjutan, merancang pola busana, serta mengenal dasar-dasar mengelola usaha konveksi.
Kepala UPT BLK Barito Utara, Akurnadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk mengurangi pengangguran, sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam sektor ekonomi produktif.
“Melalui pelatihan ini kami ingin mencetak individu yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka usaha sendiri dan mempekerjakan orang lain,” ungkapnya.
Selain pembelajaran teknis, peserta juga diajarkan strategi pemasaran produk, pengelolaan modal, hingga cara memanfaatkan media sosial untuk promosi. Harapannya, setelah lulus, mereka dapat merintis usaha rumahan berbasis konveksi dan produk fesyen lokal.
Program yang dibiayai dari DPA Disnakertranskop-UKM Tahun 2025 ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia unggul, terutama di bidang industri kreatif dan ekonomi mikro.
Salah satu peserta, Siti Nurhayati (38), mengaku pelatihan ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kemampuan menjahitnya yang selama ini hanya sebatas hobi.
“Saya ingin punya usaha sendiri, walau kecil. Dengan ilmu dari pelatihan ini, saya jadi lebih percaya diri untuk mulai dari rumah,” tuturnya.
Dengan program pelatihan semacam ini, Pemkab Barito Utara berharap semakin banyak warga yang berani berwirausaha, menciptakan lapangan kerja, dan ikut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kemandirian ekonomi bisa dimulai dari keterampilan sederhana, seperti menjahit. Dari jarum dan benang, masa depan bisa dijahit sendiri,” tutup Akurnadi.(y)