PURUK CAHU, Kaltengtimes.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya menunjukkan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan kesehatan di tengah keterbatasan anggaran dengan menyusun kebijakan penugasan ulang tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat yang digelar Dinas Kesehatan Murung Raya di Aula A Kantor Bupati pada Jumat (24/10) lalu, dipimpin langsung oleh Bupati Heriyus dan dihadiri sejumlah pejabat terkait, termasuk Kadinkes Suwirman Hutagalung serta Sekretaris Dinas Firman Frihatin.
Dalam rapat tersebut, Bupati Heriyus menegaskan bahwa langkah strategis ini diambil untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, terutama di wilayah yang mengalami kekurangan tenaga medis.
“Kami berupaya menjaga agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan meskipun kondisi anggaran menantang. Prinsip kami adalah efisiensi dan pemerataan,” kata Bupati.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak akan melakukan penambahan tenaga non-ASN baru sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Sebaliknya, Pemkab akan mengoptimalkan tenaga yang telah ada sambil menunggu regulasi terbaru dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya, Suwirman Hutagalung, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan kebutuhan tenaga medis di setiap fasilitas kesehatan. Ia menyebut, dari 195 tenaga kontrak yang sebelumnya dirumahkan, sebagian akan ditempatkan kembali sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Kami prioritaskan puskesmas dan pustu yang memang kekurangan tenaga. Penugasan ini harus tepat sasaran agar tidak menimbulkan ketimpangan pelayanan,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan daerah sekaligus menjaga semangat tenaga medis dalam menjalankan tugas di lapangan. Dinas Kesehatan juga berkomitmen untuk memberikan dukungan moral dan fasilitas yang memadai bagi petugas kesehatan yang ditugaskan di wilayah pelosok.
Dengan kebijakan ini, Pemkab Murung Raya optimistis pelayanan kesehatan masyarakat akan tetap berjalan optimal meskipun di tengah keterbatasan sumber daya dan anggaran.(y)











