KUALA KAPUAS – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kapuas memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membantu mengatasi dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Di tengah pemberlakuan Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan, Damkar Kapuas tidak hanya mendukung operasi pemadaman, tetapi juga ikut membantu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di Kecamatan Selat dan wilayah sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kapuas, Jendrawan, mengatakan pihaknya setiap hari menugaskan 14 personel untuk bergabung dalam tim penanganan karhutla di Pos Komando Tanggap Darurat BPBD Kapuas.
“Untuk dukungan karhutla, kita menyiagakan tiga unit mobil tangki yang dapat diturunkan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Jendrawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2026).
Selain mendukung operasi karhutla, pihaknya menyiapkan dua tim untuk membantu PDAM mendistribusikan air bersih. Masing-masing tim terdiri dari lima personel dan bertugas secara bergantian.
Satu unit mobil tangki juga disiapkan secara khusus untuk mendukung kebutuhan PDAM, baik dalam proses injeksi maupun pendistribusian air secara langsung kepada masyarakat.
Jendrawan menegaskan, dalam penanganan karhutla, kendali operasi tetap berada di bawah BPBD Kapuas melalui Pos Komando. Damkar akan memberikan dukungan sesuai kebutuhan yang disampaikan pos induk.
Sementara untuk pelayanan air bersih, koordinasi dilakukan bersama PDAM karena instansi tersebut memiliki pemahaman teknis terkait kebutuhan dan titik distribusi air.
Menurutnya, kondisi kekeringan yang berlangsung akibat minimnya hujan membuat ketersediaan air bersih masyarakat perlu mendapat perhatian serius. Untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan, air diambil dari wilayah Desa Maluen untuk selanjutnya diinjeksi ke jaringan atau disalurkan langsung ke lokasi yang telah ditentukan PDAM.
“Selama kondisi kekeringan masih berlangsung, kita akan terus membantu PDAM sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Jendrawan berharap musim penghujan segera tiba sehingga kondisi kekeringan dan ancaman karhutla dapat berangsur berakhir. Ia juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas agar mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas.
“Baik personel yang tergabung dalam tim pemadaman karhutla maupun yang membantu PDAM, tetap utamakan kesehatan dan keselamatan saat bertugas,” pungkasnya. (nas)
