KUALA KAPUAS — Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Kabupaten Kapuas diisi Polres Kapuas dengan kegiatan bakti kesehatan. Kegiatan tersebut berupa donor darah, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang dipusatkan di Aula Tingang Menteng Panunjung Tarung Polres Kapuas, Kamis (17/9/2026).
Bakti kesehatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu melibatkan personel Sidokkes Polres Kapuas bersama petugas Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.
Kegiatan diikuti Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari bersama jajaran pejabat utama dan personel Polres Kapuas. Turut hadir Pj. Ketua Bhayangkari Cabang Kapuas serta masyarakat yang berasal dari komunitas ojek online.
Kasat Lantas Polres Kapuas AKP Aries Gunawan mengatakan, antusiasme peserta terlihat dari jumlah masyarakat yang mengikuti rangkaian bakti kesehatan tersebut.
Dari 45 orang yang mendaftarkan diri untuk donor darah, sebanyak 32 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya. Sementara 13 peserta lainnya belum dapat melakukan donor setelah menjalani pemeriksaan awal.
“Sebagian peserta tidak dapat donor karena kadar hemoglobin rendah dan sebagian lainnya memiliki tekanan darah tinggi,” jelas Aries.
Selain donor darah, layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis juga mendapat perhatian masyarakat. Tercatat sebanyak 57 orang memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan dalam kegiatan tersebut.
Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, SH, S.I.K, MH, CPHR, CBA, melalui Kasat Lantas, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar dan kondusif.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah, bakti kesehatan hari ini berjalan dengan lancar dan kita berharap bisa memberi banyak manfaat. Apa yang kita laksanakan merupakan wujud kepedulian antar sesama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, darah yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan donor tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara pemeriksaan kesehatan gratis diharapkan dapat membantu peserta mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan demikian, masyarakat dapat segera mengambil langkah yang diperlukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Yang mengikuti pengobatan gratis kita harapkan bisa semakin baik dan semakin sehat,” pungkasnya. (nas)
