Kuala Kapuas, kaltengtimes.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas bersama Manggala Agni Wilayah II Kapuas terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pelatihan dan simulasi di berbagai perusahaan perkebunan.
Kamis (30/7/2026), kegiatan tersebut dilaksanakan di PT. Lifere Agro Kapuas (LAK) dengan melibatkan dua regu tim kesiapsiagaan perusahaan yang masing-masing beranggotakan 15 personel. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan personel dalam menangani kebakaran sejak tahap awal hingga proses pendinginan (cooling) pascapemadaman guna memastikan api benar-benar padam.
Selain simulasi lapangan, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai teknik pemadaman, penggunaan peralatan, serta prosedur penanganan karhutla sesuai standar operasional.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan manajemen PT. LAK, di antaranya Direktur, Head Engineering Paul Sipayung, Manager Deni Irawan, Senior Asisten Anto, serta jajaran Humas perusahaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, M. Haris, mengatakan pihaknya turut melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan sarana dan prasarana perusahaan.
Menurutnya, fasilitas yang dimiliki PT. LAK sudah cukup memadai, mulai dari jumlah personel yang terbagi dalam tujuh regu, ketersediaan mesin pemadam hingga tiga unit mobil tangki air.
“Sebagai perusahaan besar, sarana dan prasarana yang dimiliki sudah memenuhi kebutuhan. Namun kami tetap mendorong agar kapasitas tersebut terus ditingkatkan sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim kemarau,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan rutin menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan personel sehingga mampu merespons secara cepat apabila terjadi kebakaran di kawasan konsesi perusahaan maupun wilayah sekitarnya.
BPBD Kapuas juga mendorong PT. LAK segera membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) pada desa-desa yang berbatasan langsung dengan area konsesi sebagai bagian dari penguatan mitigasi berbasis masyarakat. (nas)
