PALANGKA RAYA, KALTENGTIMES.CO.ID – DPRD Kalimantan Tengah meminta pemerintah provinsi memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, menegaskan penanganan kasus kekerasan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat.
“Kasus kekerasan terhadap anak tidak bisa dianggap sepele. Perlu penanganan terpadu dari semua pihak,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu langkah penting adalah menghadirkan layanan pendampingan psikologis di lingkungan sekolah guna memberikan ruang aman bagi anak.
“Keberadaan konselor sangat penting agar anak memiliki tempat untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi,” katanya.
Ia juga menekankan perlunya peningkatan edukasi terkait hak anak hingga ke tingkat desa agar masyarakat lebih memahami peran dalam melindungi anak.
Selain itu, peran sekolah dinilai strategis dalam mendeteksi dini potensi kekerasan, termasuk melalui kepekaan guru terhadap perubahan perilaku siswa.
“Sinergi antara guru, orang tua, dan konselor harus diperkuat, termasuk pengawasan di lingkungan yang rawan,” tegasnya.
Sugiyarto menambahkan, penyediaan fasilitas ramah anak juga menjadi bagian penting dalam mendukung perlindungan anak secara menyeluruh.
DPRD berharap, dengan penguatan sinergi dan program perlindungan yang berkelanjutan, kasus kekerasan terhadap anak di Kalimantan Tengah dapat ditekan.
“Kami mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan jika ada indikasi kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.(Red)




