PALANGKA RAYA, kaltengtimes.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengusulkan agar pemerintah kota melibatkan kalangan akademisi dalam upaya penanganan kebersihan dan pencemaran lingkungan.
Menurutnya, penanganan persoalan lingkungan di Palangka Raya perlu ditingkatkan dari sekadar pendekatan teknis menjadi berbasis riset dan kajian ilmiah.
“Naik kelas itu maksudnya, dari sekadar penanganan teknis menjadi kebijakan yang berbasis riset dan kajian ilmiah,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis.
Ia menilai, kompleksitas permasalahan lingkungan seperti penumpukan sampah, pencemaran sungai dan lahan gambut, hingga penurunan kualitas udara tidak lagi bisa diselesaikan dengan cara konvensional.
“Permasalahan lingkungan ini membutuhkan sentuhan keilmuan agar penanganannya tepat sasaran. Akademisi memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi akar persoalan secara objektif dan merumuskan solusi jangka panjang,” katanya.
Hasan menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga penelitian akan memperkuat dasar pengambilan kebijakan, sehingga program yang dijalankan pemerintah memiliki landasan data dan analisis yang jelas.
Ia mencontohkan, mulai dari pemetaan tingkat pencemaran, kajian karakteristik sampah perkotaan, hingga penyusunan model pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan kondisi daerah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi tidak hanya berhenti pada pemberian rekomendasi, tetapi juga harus mencakup keterlibatan akademisi dalam tahap implementasi dan evaluasi kebijakan.
“Jadi, program yang dijalankan Pemkot bisa dievaluasi secara berkala dan disempurnakan berdasarkan temuan ilmiah di lapangan,” ucapnya.
Hasan juga mendorong pemerintah kota untuk menyusun kerangka kerja sama yang terstruktur dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian, termasuk dukungan anggaran riset dan pembentukan tim kolaboratif.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola lingkungan hidup di Palangka Raya, sekaligus mendorong kebijakan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan,” tutupnya.(red)




