Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas kembali melaksanakan ritual adat Balian dan Mamapas Lewu dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kuala Kapuas dan HUT Pemkab Kapuas tahun 2026.
Ritual sakral yang berlangsung di Balai Basarah Agama Hindu Kaharingan, Selasa (31/3/2026), menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus doa bersama untuk keselamatan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Kapuas H. M. Wiyatno, Wakil Bupati Dodo, Sekretaris Daerah Usis I Sangkai, serta unsur TNI-Polri, tokoh adat, dan para undangan lainnya.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kapuas, H. Budi Kurniawan, menyampaikan bahwa Mamapas Lewu memiliki makna spiritual sebagai bentuk permohonan perlindungan dari berbagai ancaman, termasuk bencana dan wabah penyakit.
Selain itu, ritual ini juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, masyarakat diajak untuk terus menjaga nilai-nilai budaya sebagai bagian dari jati diri daerah, serta menanamkannya kepada generasi muda.
“Budaya merupakan identitas yang harus kita rawat bersama, terutama di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujar Dodo.
Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap tradisi ini terus dilaksanakan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkuat karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal. (nas)




