Kuala Kapuas, kaltengtimes.co.id – Meningkatnya intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Kabupaten Kapuas mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas menyampaikan peringatan dini potensi banjir.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi guna meminimalisir dampak apabila terjadi banjir di sejumlah kawasan rawan di Kabupaten Kapuas.
Berdasarkan keterangan resmi BMKG Palangka Raya, curah hujan dengan intensitas menengah hingga sedang diprakirakan melanda sebagian wilayah Kabupaten Kapuas dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran Sojuaon Pandiangan, S.Hut, MM, dalam keterangannya Rabu (18/2/2026), menyampaikan bahwa terdapat beberapa wilayah yang memiliki potensi banjir dengan kategori rendah hingga menengah.
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak banjir tingkat rendah hingga menengah meliputi Kecamatan Dadahup, Kapuas Murung, Kapuas Hilir, Kapuas Timur, Tamban Catur, Kapuas Tengah, Kapuas Hulu, Mantangai, Pasak Talawang dan Mandau Talawang.
Selain potensi banjir, untuk Februari 2026 wilayah Kabupaten Kapuas juga masuk kategori potensi gerakan tanah tingkat menengah, khususnya di wilayah Kapuas Hulu dan Mandau Talawang.
Pangeran mengimbau masyarakat di wilayah tersebut agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Ia juga meminta warga segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kejadian alam ke kantor camat, aparatur desa/kelurahan maupun ke BPBD terdekat.
“Setidaknya warga sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk mengamankan dokumen penting seperti ijazah, sertifikat dan dokumen lainnya dalam wadah kedap air,” ujarnya.
Untuk laporan kejadian darurat akibat banjir maupun bencana alam lainnya, masyarakat dapat menghubungi call center di nomor 081255635310 atau 08978391386. BPBD memastikan setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti. (Nas)




