Kuala Kapuas, kaltengtimes.co.id – Bertempat di GPU Manggatang Tarung jalan Garuda, pada hari ini Minggu 14/2/2026, Keluarga besar Toga Aritonang-Bere-Ibabere Kalimantan Selatan, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau gelar Ibadah dan Pesta Bona Taon 2026.
Acara yang mengangkat Tema “Marsada Rohanta, Marsada Langkahta Manogu Toga Aritonang'(satu hati dan melangkah dalam satu derap Nenuntuk Keluarga Besar Aritonang) berlangsung dengan khidmat terlebih ketika diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. H. P. Nababan.
“Menjaga keharmonisan dalam keluarga dengan pendekatan saling asuh dan saling asih dengan selalu memohon kasih Tuhan merupakan salah satu kiat dalam memelihara keutuhan bahtera rumahtangga, begitupun kita dalam membina kerukunan keluarga besar ini. ” Demikian antara lain isi Jamita (Khotbah) yang disampaikan Pdt. H. P. Nababan dalam Bahasa Batak.
Dia juga menekankan bahwa untuk menjaga kerukunan harus mampu menekan ego, tak perlu melihat kesalahan di waktu yang sudah lampau sebab menata ke depan itu jauh lebih berarti.
Selain diselingi dengan do’a-do’a juga lagu puji-pujian yang merujuk sebagai ucapan syukur serta permohonan akan kebaikan di hari ini dan hari hari selanjutnya.
Ketua Pelaksana Pesta Bonataon Pahala Aritonang Simaremare menyampaikan bahwa selain Ibadah untuk memuliakan Tuhan, Pesta Bonataon ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat kerukunan dan rasa kebersamaan keluarga besar Aritonang yang tersebar di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.

“Mari kita jadikan Pesta Bonataon 2026 ini sebagai momentum untuk menyongsong Tahun dengan kehidupan dalam iman yang lebih baik. “Ajaknya.
Sementara itu, Ketua Toga Aritonang Banjarmasin, J. Rajagukguk, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Pesta Bonataon 2026 di Kuala Kapuas.
Semua yang hadir dalam acara tersebut tampak dalam balutan busana yang dihiasi pernak-pernik yang melambangkan identitas budaya Batak seperti Ulos.
Penawaran lelang makanan khas Batak juga turut mewarnai rangkaian acara yang diteruskan dengan persembahan siallangon (makanan) kepada orang-orang yang di tuakan serta yang paling dijunjung kehormatannya di dalam Toga Aritonang secara adat dan tradisi.
Acara di tutup dengan acara bebas dengan suguhan musik khas dan Tor Tor serta lagu-lagu khas Batak sebagai refleksi dari kecintaan dan kerinduan atas Tanah Leluhur (Bona Pasogit/ Tano Batak). *(Nas)




