Kamis, 12 Februari 2026

Legislator Barut Nilai Sosialisasi P3DN dan Bimtek SIINAS Perkuat Daya Saing IKM Daerah

A+A-
Reset

MUARA TEWEH, Kaltengtimes.co.id – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Barito Utara menggelar Sosialisasi Implementasi Kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Kegiatan berlangsung di aula MTsN Muara Teweh pada Senin (24/11/2025).

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Barito Utara, Suhendra, memberikan apresiasi dan menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas industri lokal agar mampu bersaing di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

“Sosialisasi P3DN dan Bimtek SIINAS ini sangat penting bagi pelaku IKM kita,” ujar Suhendra, Selasa (25/11/2025).

Ia menegaskan bahwa IKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan, baik dari sisi pengetahuan, pemanfaatan sistem digital, hingga akses terhadap pasar yang lebih luas. Menurutnya, pemahaman terhadap SIINAS akan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk masuk ke rantai pasok pemerintah, termasuk melalui e-katalog.

“Dengan pemahaman yang baik terkait SIINAS, pelaku IKM lebih mudah terhubung dengan berbagai peluang, termasuk pengadaan barang dan jasa pemerintah. Hal ini akan meningkatkan pasar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Barito Utara,” jelasnya.

Suhendra juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memberikan pelatihan lanjutan serta pendampingan rutin bagi pelaku IKM. DPRD, katanya, siap mendukung kebijakan yang memperkuat industri lokal dan meningkatkan daya saing produk daerah.

Sebelumnya, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum, Drs. H. Ardian, menegaskan bahwa P3DN merupakan langkah strategis untuk memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal, serta memperluas lapangan kerja.

Ardian juga menyoroti tantangan derasnya arus produk impor yang menuntut pelaku IKM untuk terus meningkatkan kualitas produksi. Melalui Bimtek SIINAS, pelaku usaha diharapkan mampu memahami sistem pelaporan industri berbasis digital yang menyajikan data identitas perusahaan, jenis produk, kapasitas produksi, hingga potensi nilai TKDN.

“Kebijakan yang tepat hanya dapat lahir dari data yang tepat pula. Kemajuan industri daerah sangat bergantung pada kedisiplinan pelaku usaha dalam memperbarui data,” tegas Ardian.(y)

Berita Terkait