MUARA TEWEH, Kaltengtimes.co.id – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memperkuat komitmennya menjadikan daerah ini sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Langkah tersebut ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Gugus Tugas KLA Tahun 2025 yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Muhlis baru-baru ini, di Aula Setda Lantai I.
Rapat yang dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, organisasi perempuan, hingga Forum Anak Daerah ini menjadi momentum penyatuan visi antarinstansi dan masyarakat untuk memperkuat perlindungan anak di Barito Utara.
Muhlis dalam arahannya menekankan bahwa KLA bukan sekadar program formalitas, tetapi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk menumbuhkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, membangun KLA berarti memastikan semua kebijakan, pelayanan, dan kegiatan pembangunan di setiap sektor memperhatikan hak-hak anak.
“Anak-anak adalah investasi masa depan. Jika mereka terlindungi hari ini, maka kita sedang menyiapkan masa depan Barito Utara yang lebih beradab dan berdaya saing,” ujar Muhlis.
Selain itu, Sekda juga menyoroti empat isu penting yang masih menjadi tantangan: penguatan regulasi yang berpihak pada anak, peningkatan infrastruktur dan layanan publik yang ramah anak, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta integrasi data berbasis bukti untuk perencanaan kebijakan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Muhlis memperkenalkan inovasi digital bernama Sistem Informasi Barito Utara Layak Anak (SIBULAN). Platform ini berfungsi sebagai alat pemantauan dan evaluasi terintegrasi terhadap capaian indikator KLA di seluruh wilayah.
“SIBULAN akan menjadi tulang punggung kebijakan KLA. Dengan data yang akurat dan real-time, pemerintah dapat segera merespons kebutuhan anak di lapangan,” jelasnya.
Rapat ini juga menjadi titik awal penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA 2026–2031, dokumen strategis yang akan memandu seluruh OPD dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip perlindungan anak ke dalam kebijakan pembangunan daerah.
Muhlis menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi fase penting evaluasi nasional. Ia berharap Barito Utara mampu melakukan lompatan signifikan dalam pencapaian skor KLA.
“Tahun depan bukan lagi tentang sekadar mengejar nilai, tapi memastikan anak-anak benar-benar mendapatkan ruang aman, sehat, dan bahagia di daerah ini,” tegasnya.
Dengan semangat kolaboratif, pemerintah optimistis Barito Utara dapat menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah.(y)
