Selasa, 24 Februari 2026

Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran Dorong GMNI Jadi Kader Bangsa yang Militan dan Nasionalis

A+A-
Reset

Palangka Raya. Kaltengtimes.co.id – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, menegaskan bahwa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman. Ia menyebut GMNI lahir dari sejarah panjang pergerakan mahasiswa Indonesia, menjadikan Marhaenisme sebagai dasar perjuangan yang berpihak pada kaum kecil, membela kepentingan rakyat, dan menjaga kedaulatan bangsa. “Bung Karno pernah berpesan, Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Pesan ini menegaskan betapa besar peran generasi muda dalam menggerakkan perubahan. GMNI adalah bagian dari kekuatan itu—tempat lahirnya kader-kader bangsa yang kritis, militan, dan berwawasan kebangsaan,” ujar Gubernur saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan, Focus Group Discussion (FGD), dan Rapat Pimpinan Daerah I DPD GMNI Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (15/9/2025).

Gubernur menambahkan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan masa perjuangan fisik terdahulu. Arus globalisasi, pesatnya perkembangan teknologi digital, kompetisi ekonomi global, dan perubahan sosial yang cepat menuntut generasi muda untuk lebih adaptif dan responsif. “Dalam situasi ini, peran mahasiswa—khususnya GMNI—sangat dibutuhkan. Mahasiswa harus kritis tanpa kehilangan etika, idealis tanpa mengabaikan realitas, serta progresif tanpa tercerabut dari akar budaya bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan tidak akan berjalan efektif tanpa sinergi semua pihak. Pemerintah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri, melainkan memerlukan dukungan dari berbagai elemen, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti GMNI.

Hal ini juga sejalan dengan dukungan terhadap keberhasilan ASTA CITA Presiden serta Visi-Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, yang bertujuan mengangkat harkat dan martabat masyarakat, khususnya masyarakat Dayak, melalui semangat kearifan lokal dalam bingkai NKRI, menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. “Saya yakin kita semua memiliki cita-cita yang sama, yaitu mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Harapannya, masyarakat Kalimantan Tengah—termasuk yang di pedalaman dan masyarakat kurang mampu—dapat bersekolah, melanjutkan kuliah, memperoleh pelayanan kesehatan, serta terpenuhi kebutuhan gizinya,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Gubernur berpesan agar kader-kader GMNI terus menjaga semangat juang dan komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa. “Kalian adalah pewaris cita-cita kemerdekaan. Jangan pernah lelah belajar, jangan pernah berhenti berjuang. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya piawai berdiskusi di ruang akademik, tetapi juga mampu membumikan gagasan dalam kerja nyata. Saya berharap kader GMNI senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, persatuan huma betang, dan belom bahadat. Jadilah penggerak perubahan yang ber-attitude baik, cerdas, berintegritas, dan berkarakter nasionalis,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, jajaran Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, Ketua Umum DPP GMNI M. Risyad Fahlefi, Ketua DPD PA GMNI Kalteng Yuandrey Serang, Ketua DPD KNPI Kalteng M. Alfian Mawardi, serta sejumlah tokoh masyarakat.(red)

 

Berita Terkait