Home Legislatif DPRD Katingan Dewan: Normalnya Harga Sembako Membuktikan Katingan Tidak Mengalami Inflasi
DPRD Katingan

Dewan: Normalnya Harga Sembako Membuktikan Katingan Tidak Mengalami Inflasi

Share
Share

KASONGAN, kaltengtimes.co.id – Normalnya harga sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) di Kabupaten Katingan yang terdiri dari 13 wilayah Kecamatan dalam beberapa bulan terakhir ini membuktikan bahwa, daerah Kabupaten Katingan ini tidak mengalami inflasi. Demikian kata waket I sementara DPRD Kabupaten Katingan, Nanang Suriansyah, yang diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Minggu (13/10) kemaren.

Secara nasional pun, Indonesia menurut legislator  Partai Golkar ini, tidak masuk dalam kategori inflasi. Bahkan, sebaliknya, akibat masih sulitnya masyarakat Katingan untuk mencari lapangan pekerjaan, sehingga angka pengangguran bukannya berkurang, tapi kian tahun semakin bertambah. “Dampak dari itu, daya beli masyarakat yang justru semakin berkurang,” ukar Nanang.

Dirinya menyebutkan salah satu contoh, yakni, pasar di Kasongan Kecamatan Katingan Hilir, baik pasar khusus Sayur dan ikan maupun pertokoan yang berdagang pecah belah dan pakaian di toko-toko yang dibangun oleh Pemkab Katingan sudah beberapa tahun belakangan ini kian tahun semakin bertambah sepi pembeli. “Bahkan, sebagian besar pedagangnya meninggalkan lapak dan pertokoan yang ada di sekitar jalan Revolusi – Kasongan,” ujarnya.

Bukan hanya pertokoan dan lapak milik Pemkab saja yang sepi pembeli, tapi toko dan lapak milik swasta atau perorangan pun menurut legislator Partai Golkar ini, bukan main sepinya. Sehingga, sebagian besar pelaku ekonomi banyak beralih fungsi. Sementara beberapa toko lainnya disewakan oleh pemilik yang masih memiliki sisa sewa dari pemilik toko.

Menurut salah seorang pedagang, lanjutnya, pada tahun 2024 ini pendapatan mengalami penurunan hingga 60 persen lebih dan menjadi yang terparah. Sehingga, untuk membayar sewa toko saja nyaris tidak bisa. “Hal ini kita ketahui daya beli masyarakat Kasongan saat ini sedang tidak baik-naik saja. Itu juga terlihat dari gerak roda ekonomi di kalangan masyarakat bawah dan penurunan jumlah angka kelas menengah. Kalau normal, berarti untuk di Kabupaten Katingan ini tidak mengalami inflasi. Kalau tidak inflasi,  kenapa digelar operasi pasar ?. Memang, adanya operasi pasar sangat bagus dan menguntungkan masyarakat. “Tapi bukan berarti tanpa alasan,” tuturnya.

Kesimpulannya menurut Nanang, yang perlu dipikirkan secara cepat saat ini, bagaimana terobosan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan untuk  menciptakan lapangan pekerjaan melalui sektor investasi swasta, bukan selalu berpikir memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu, dengan menggunakan BLT, Bansos dan sejenisnya melalui APBD Pemkab Katingan.

“Pepatah kuno mengatakan ‘Berilah Kail, Jangan Ikannya,” harap wakil rakyat dari dapil Katingan III yang meliputi wilayah Kecamatan Katingan Tengah hingga Bukit Raya ini. (***)

Share
Related Articles

Anggota Komisi III DPRD Kota Jati Asmoro Soroti Masalah Tingginya Angka Pengangguran di Palangka Raya

Palangka Raya. Kaltengtimes.co.id -- Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati...

Anggota DPRD Kota Jati Asmoro Tekankan Peran Kepala Sekolah Untuk Memotivasi Guru Mengikuti PPG

Palangka Raya. Kaltengtimes.co.id -- Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati...