Home Kalteng Asisten Ekbang Sri Widanarni : Inflasi di Kalteng Masih Stabil Berada di Angka 2,72 % (y-o-y)
KaltengPemprov Kalteng

Asisten Ekbang Sri Widanarni : Inflasi di Kalteng Masih Stabil Berada di Angka 2,72 % (y-o-y)

Share
Asisten Ekbang Setda Prov Kalteng Sri Widanarni hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 secara virtual.(Photo/tomy)
Share

PALANGKA RAYA. Kaltengtimes.co.id — Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Prov Kalteng Sri Widanarni mengatakan. inflasi di Kalteng saat ini masih stabil berada di angka 2,72 % (y-o-y). ‘’Kenaikan harga pangan kita juga tidak terlalu tinggi, masih stabil. Saat ini kita melakukan upaya agar inflasi tetap terjaga,” kata Sri Widanarni kepad wartawan disela menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 Bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Senin (10/6/24).

Dalam arahannya Mendagri Tito Karnavian mengatakan meskipun komoditas beras masih relatif terkendali karena panen di bulan April-Juni, namun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha. “Komoditas yang mengalami kenaikan menjelang Iduladha adalah telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan dalam paparannya, Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama Juni mengalami penurunan dibandingkan minggu sebelumnya. “Sedangkan jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami penurunan IPH pada minggu pertama Juni bertambah,” imbuhnya.

Ia menekankan, komoditas pangan yang perlu diwaspadai adalah cabai rawit. “Harga cabai rawit pada minggu pertama Juni mulai naik sebesar 0,26% dibanding Mei 2024. Jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan harga cabai rawit pada minggu pertama Juni bertambah cukup signifikan,” bebernya.

Lebih lanjut, harga bawang merah menunjukkan penurunan yang signifikan pada minggu pertama Juni 2024. “Sementara, harga bawang putih, telur ayam ras, dan gula pasir juga perlahan mengalami penurunan,” pungkasnya.

Saat dibincangi usai rakor, Sri Widanarni mengatakan rakor kali ini berbeda dari sebelumnya karena rakor kali ini membahas persoalan Tuberkulosis (TBC) yang mana Indonesia berada di urutan kedua sedunia, setelah India. “Rata-rata yang kena TBC itu usia produktif 15-54 tahun, yang mana tingkat kematiannya mencapai 134 ribu per tahun, dan ini sangat luar biasa, melebihi tingkat kematian pada Covid-19 kemarin,” ungkapnya.

Nampak hadir mendampingi Sri Widanarni, Kepala Instansi Vertikal dan Kepala Perangkat Daerah Prov Kalteng terkait. Hadir pula secara virtual, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (red)

Share
Related Articles

Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid Meluncur di Palangka Raya, Tawarkan Konsumsi BBM 58,6 Km/Liter

PALANGKA RAYA, Kaltengtimes.co.id – PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Yamaha Kalseltengtim...

Bapperida Kalteng Gandeng GIZ Perkuat Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya mewujudkan...

Rakor Stranas PK Jadi Langkah Penguatan Pencegahan Korupsi di Kalteng

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmen dalam...

Pemprov Kalteng Perkuat Komitmen Antikorupsi Lewat Program Ber-AKSI KPK

Palangka Raya, Kaltengtimes.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan komitmen kuat dalam...